TAPTENG, METRODAILY – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mendorong kolaborasi lintas instansi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan optimalisasi penerimaan pajak.
Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi pimpinan KPP Pratama Sibolga, KPPN Sibolga, serta KPPBC Sibolga di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026).
Masinton menyoroti perubahan fungsi lahan di sejumlah wilayah yang kini beralih menjadi perkebunan kelapa sawit. Ia meminta instansi terkait melakukan supervisi guna memastikan kepatuhan administrasi perpajakan.
“Ini langkah tepat untuk memastikan kepatuhan administrasi dan optimalisasi penerimaan negara,” ujarnya.
Baca Juga: Longsor Sembahe Telan 5 Korban Jiwa, Evakuasi Dramatis di Tengah Hujan Deras
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal sangat penting untuk memaksimalkan potensi pajak, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH).
PAD Masih Terkendala
Meski penerimaan pajak dinilai cukup baik, Masinton mengakui peningkatan PAD masih berjalan lambat, salah satunya akibat dampak bencana di daerah.
“Kami terbuka menerima saran guna meningkatkan PAD,” katanya.
Baca Juga: MTQ Kota Sibolga Digelar 16–18 April, Sekda Tekankan Objektivitas dan Prestasi
Sementara itu, Kepala KPP Pratama Sibolga, Muhammad Hariyadi, menyebutkan kondisi penerimaan pajak di Tapanuli Tengah saat ini tergolong baik.
Namun, ia menekankan perlunya perbaikan dan optimalisasi ke depan melalui kerja sama yang lebih intensif.
“Kami siap bekerja sama. Ada perjanjian antara kementerian dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan PAD dan DBH,” ujarnya.
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja penerimaan pajak sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Dengan optimalisasi tersebut, Pemkab Tapanuli Tengah menargetkan peningkatan PAD yang berdampak langsung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Zatam
Editor : Editor Satu