Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp100 Triliun, OJK Ungkap Risiko Kredit Ikut Naik

Editor Satu • Selasa, 7 April 2026 | 09:15 WIB
Pinjaman online alias pinjol-Ilustrasi.
Pinjaman online alias pinjol-Ilustrasi.

JAKARTA, METRODAILY — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding utang masyarakat Indonesia pada layanan pinjaman online (pinjol) atau peer to peer (P2P) lending menembus Rp100,69 triliun per Februari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, mengatakan angka tersebut tumbuh 25,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Februari 2026 tumbuh 25,75 persen year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp100,69 triliun,” ujar Agusman dalam konferensi pers, Senin (6/4).

Baca Juga: 176 Peserta Ramaikan MTQN Siantar Sitalasari, Wujudkan Generasi Qurani

Angka tersebut juga mengalami kenaikan dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebesar Rp98,54 triliun.

Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet atau TWP90 pada fintech P2P lending juga meningkat. Per Februari 2026, rasio kredit bermasalah berada di level 4,54 persen, naik dari 4,38 persen pada bulan sebelumnya.

“Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang Nikah dengan Justin Hubner, Jennifer Coppen Tulis Pesan untuk Sang Putri

Selain sektor pinjol, OJK juga melaporkan pertumbuhan signifikan pada industri pergadaian. Pembiayaan pergadaian tercatat melonjak 61,78 persen secara tahunan menjadi Rp152,4 triliun.

Nilai aset industri pergadaian pun meningkat dari Rp171,07 triliun pada Januari menjadi Rp182,71 triliun per Februari 2026.

Sebagian besar pembiayaan pergadaian disalurkan melalui produk gadai, yakni sebesar Rp126 triliun atau sekitar 83,01 persen dari total pembiayaan.

Baca Juga: Cinta Laura Pilih Rawat Kucing Kampung, Perawatan Premium

Sementara itu, industri modal ventura mencatat pertumbuhan yang lebih moderat. Pembiayaan sektor ini naik 0,78 persen secara tahunan menjadi Rp16,46 triliun, dengan total aset mencapai Rp27,63 triliun.

OJK menilai tren pertumbuhan pembiayaan di berbagai sektor jasa keuangan terus menunjukkan peningkatan, namun tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang ketat, terutama pada sektor pinjaman daring. (Rel)

Editor : Editor Satu
#utang pinjol #ojk