Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pedagang Tolak Imbauan Disperindag, Minta Pajak Roga Beroperasi Setiap Hari

Editor Satu • Senin, 6 April 2026 | 17:10 WIB
Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Pajak Roga Berastagi yang ramai setiap hari, termasuk hari Minggu.
Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Pajak Roga Berastagi yang ramai setiap hari, termasuk hari Minggu.

KARO, METRODAILY – Pedagang dan pengurus Pasar Tradisional Pajak Roga di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, menolak imbauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang meminta aktivitas pasar dialihkan ke Pajak Lau Gendek, khususnya pada hari Minggu.

Penolakan itu disampaikan para pelaku pasar saat sosialisasi yang dilakukan Kepala Disperindag Karo, Sarjana Purba, bersama unsur Satpol PP dan Dinas Perhubungan, Minggu (5/4/2026).

Pasar Pajak Roga yang berada di Jalan Jamin Ginting, Desa Rumah Berastagi, selama ini dikenal sebagai pusat grosir sayur dan buah terbesar di wilayah tersebut. Aktivitas perdagangan berlangsung setiap hari dan menjadi tempat utama distribusi hasil pertanian dari petani ke pedagang.

Baca Juga: KRI Bima Suci Sandar di Belawan, Rico Waas Siap Promosikan Medan ke Dunia

Para pedagang mengaku keberatan dengan imbauan pemerintah yang meminta aktivitas pasar tidak beroperasi pada hari Minggu serta diarahkan ke lokasi lain.

Pengurus Pajak Roga, Tambak Tarigan, menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan terkesan sebagai bentuk intervensi.

“Kami berharap pemerintah tidak menekan pelaku pasar. Biarkan masyarakat, petani, dan pedagang memilih sendiri di mana dan kapan mereka beraktivitas selama itu positif,” ujarnya.

Baca Juga: Hadapi El Nino 'Godzilla', Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman hingga 11 Bulan

Ia menegaskan, pembukaan pasar setiap hari justru membantu meningkatkan perputaran ekonomi, terutama di tengah harga komoditas sayur yang sedang rendah.

Pendapat serupa disampaikan Daniel Bangun yang meminta pemerintah lebih bijak dalam mengambil kebijakan.

“Seharusnya pemerintah mendukung yang sudah berjalan, bukan malah mengganggu. Ini bisa merugikan banyak pihak,” katanya.

Dukungan terhadap operasional harian juga datang dari warga dan pelaku pasar lainnya. Salah seorang warga Berastagi, A Karo-Karo (48), menilai aktivitas pasar setiap hari, termasuk Minggu, sangat membantu masyarakat.

Baca Juga: SiLPA Batu Bara 2025 Membengkak, BKAD Ungkap Penyebab Utamanya

Sementara itu, seorang pembeli sayur, BRB (52), mengaku keberatan jika Pajak Roga tidak beroperasi pada hari Minggu.

“Kalau tidak buka hari Minggu, saya lebih memilih tidak ke pasar lain. Di sini lebih nyaman dan pembeli banyak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pekerja bongkar muat yang telah lama bekerja di lokasi tersebut. Mereka mengaku bergantung pada aktivitas pasar yang berlangsung setiap hari.

Menanggapi hal itu, Sarjana Purba menyebut kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan sosialisasi kepada pedagang agar mempertimbangkan berjualan di Pajak Lau Gendek pada hari Minggu.

Namun demikian, hingga kini polemik tersebut masih menuai pro dan kontra di kalangan pelaku pasar. (Pmg)

Editor : Editor Satu
#pasar roga berastagi #disperindag karo