MEDAN, METRODAILY – Peran strategis Bank Sumut sebagai penggerak ekonomi daerah mendapat sorotan langsung dari Komisi II DPR RI. Dalam kunjungan kerja spesifik, Rabu (1/4/2026), lembaga legislatif tersebut menegaskan pentingnya transformasi Bank Sumut sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
Kunjungan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari penguatan fungsi pengawasan DPR terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sekaligus evaluasi terhadap kontribusi nyata Bank Sumut dalam mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembiayaan sektor produktif.
Hadir dalam agenda tersebut Bima Arya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta para kepala daerah se-Sumatera Utara. Dari internal Bank Sumut, jajaran direksi dan komisaris turut mendampingi.
Baca Juga: Sindikat Jual Beli Bayi di Belawan Digulung, Bayi Dihargai Rp12 Juta Lalu Dijual Rp25 Juta
Ketua Tim Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menegaskan bahwa Bank Sumut memiliki posisi krusial dalam ekosistem pembangunan daerah.
“Bank Sumut merupakan BUMD strategis yang berperan vital dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah, terutama melalui kontribusi terhadap PAD dan pembiayaan sektor produktif,” ujar Bahtra.
Dari Bank Daerah ke Motor Pertumbuhan
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sumut tidak hanya dituntut mengejar profit, tetapi juga berfungsi sebagai katalis pembangunan—menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat.
Fokus pembiayaan diarahkan pada sektor UMKM, sektor unggulan daerah, serta proyek strategis yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi inklusif.
Baca Juga: Puting Beliung Terjang Karang Anyar, 81 Rumah Rusak dan Warga Luka Berat
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menekankan bahwa BUMD harus bertransformasi menjadi entitas modern, profesional, dan adaptif.
“BUMD seperti Bank Sumut harus menjadi lokomotif ekonomi daerah. Tata kelola yang kuat dan transformasi berkelanjutan menjadi kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dorongan Naik Kelas dari Gubernur
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan sinyal kuat agar Bank Sumut tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas di tengah persaingan industri perbankan.
“Bank Sumut adalah mitra strategis pemerintah daerah. Kami dorong terus berinovasi, memperluas layanan, dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Sadis! Suami Sayat Wajah Istri di Siantar, Korban Jalani 170 Jahitan
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, memaparkan bahwa kinerja perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Hal ini tercermin dari peningkatan aset, dana pihak ketiga, serta ekspansi kredit—khususnya ke sektor produktif.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Bank Sumut terus meningkat seiring strategi pembiayaan yang menyasar ekonomi riil.
“Fokus kami adalah memperkuat peran sebagai agen pembangunan daerah, terutama melalui pembiayaan UMKM dan sektor unggulan,” jelas Heru.
Ke depan, Bank Sumut juga akan mempercepat transformasi melalui digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, serta inovasi produk keuangan.
Baca Juga: Harga BBM April 2026 Tetap, Pertamina Kompak Cegah Panic Buying
Arah Baru: Inklusif, Adaptif, dan Berdaya Saing
Dengan dorongan dari DPR dan pemerintah pusat, Bank Sumut kini diarahkan menjadi motor ekonomi yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga inklusif dan berdampak luas.
Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat kemandirian fiskal daerah, memperluas akses keuangan masyarakat, serta memperkuat daya saing ekonomi Sumatera Utara di tingkat nasional. (rel/sya)