Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan Proyek BRT ke Investor Jepang, Bidik Investasi Baru

Editor Satu • Jumat, 27 Maret 2026 | 16:40 WIB

 

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap menerima kunjungan direksi Hankyu Hanshin Holdings di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (27/3/2026), bahas peluang investasi di Sumut.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap menerima kunjungan direksi Hankyu Hanshin Holdings di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (27/3/2026), bahas peluang investasi di Sumut.

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) agresif menarik investasi asing dengan menawarkan proyek strategis kepada investor Jepang, mulai dari kawasan industri hingga transportasi massal.

Dalam pertemuan dengan pimpinan Hankyu Hanshin Holdings, Pemprov Sumut mempromosikan peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei serta pengembangan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menyatakan KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri terpadu yang terbuka bagi berbagai sektor investasi.

“KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri terpadu. Investor bisa melihat peluang investasi yang sesuai sekaligus mendapatkan informasi yang akurat terkait potensi yang ada,” ujarnya saat menerima kunjungan di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (27/3/2026).

Selain sektor industri, Pemprov Sumut juga menawarkan peluang investasi di bidang transportasi, khususnya pengembangan BRT sebagai solusi mobilitas perkotaan.

Sulaiman menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dengan investor, mengingat potensi Sumut yang luas, mulai dari pariwisata, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan hingga sumber daya mineral.

“Kami menyambut baik kehadiran investor Jepang dan berharap tidak hanya fokus pada properti, tetapi juga masuk ke sektor industri,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Nurbaiti Harahap, menyebutkan saat ini investasi di Sumut masih didominasi oleh Malaysia dan Singapura.

Ia berharap kehadiran investor Jepang dapat memperkuat struktur investasi, khususnya di KEK Sei Mangkei yang telah dihuni 25 perusahaan, termasuk Unilever sebagai investor terbesar.

“Rencananya ada dua perusahaan Jepang yang juga sedang dalam tahap pembangunan di kawasan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Debut Herdman! Emil Audero Diprediksi Starter di Laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis

Dari pihak investor, President Director Hankyu Hanshin Holdings, Takeda Takashi, menyampaikan bahwa perusahaan selama ini fokus pada pengembangan kota terpadu berbasis transportasi.

Menurutnya, model bisnis perusahaan mengintegrasikan transportasi, kawasan komersial, dan hunian dalam satu ekosistem.

“Di Jepang, kami memulai dari transportasi seperti BRT dan LRT, kemudian berkembang ke terminal, pusat perbelanjaan, hingga kawasan hunian yang saling terhubung,” ujarnya.

Saat ini, Hankyu Hanshin memiliki investasi di delapan negara, dengan sekitar 50 persen berada di Indonesia.

Nilai investasinya di Indonesia mencapai hampir Rp15 triliun, terutama di sektor properti premium seperti Central Park Mall, Neo Soho, BSD, Sentul, hingga proyek di Medan seperti Deli Park dan Podomoro.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah daerah dan perwakilan dunia usaha.

Dengan tawaran proyek strategis ini, Pemprov Sumut berharap dapat memperluas basis investor asing serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor industri dan infrastruktur. (Rel)

 

Editor : Editor Satu
#KEK Sei Mangkei #investor jepang #pemprov sumut #proyek brt