SIANTAR, METRODAILY – Kebutuhan uang tunai saat Idul Fitri 1447 H/2026 M di Kota Pematangsiantar melonjak tajam. Bank Indonesia mencatat total penukaran uang mencapai Rp27,03 miliar selama periode Ramadan dan Lebaran.
Angka tersebut terserap dari 5.250 kuota penukaran melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Idul Fitri (SERAMBI) yang digelar Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan layanan penukaran disebar di 16 titik strategis guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil, mulai Rp1.000 hingga Rp50.000.
Baca Juga: Messi Salip Rekor Pele, Raja Free Kick Baru Mengancam Tahta Juninho
Lonjakan Transaksi, Dorong Perputaran Ekonomi
Menurut Ahmadi, tingginya penukaran uang tunai mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri, terutama pada sektor konsumsi rumah tangga.
Selain layanan penukaran uang, BI juga menggelar kegiatan Semarak Ramadan Siantar (SERASI) pada 5–11 Maret 2026 di Lapangan Adam Malik yang menghadirkan bazar UMKM dan berbagai perlombaan.
Program Safari Ramadan juga dilaksanakan di empat masjid di Kota Pematangsiantar, yang dirangkai dengan edukasi cinta, bangga, dan paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat.
Baca Juga: Jegal Greenwood, Verdonk Disanjung Fans Prancis: Dari Aksi Keras Jadi Simbol Kontroversi
QRIS Melejit, Transaksi Tembus Rp465,8 Miliar
Di sisi lain, digitalisasi sistem pembayaran juga menunjukkan tren positif. Transaksi menggunakan QRIS di wilayah kerja BI Pematangsiantar mencapai Rp465,8 miliar pada awal 2026, atau tumbuh 252,7 persen secara tahunan.
Jumlah merchant QRIS pun menembus 304 ribu, didominasi pelaku UMKM.
BI juga mendorong akselerasi digital melalui kompetisi akuisisi pengguna baru QRIS dan mobile banking yang berlangsung hingga Agustus 2026, dengan hadiah hingga Rp5 juta per kategori.
Secara makro, perekonomian Kota Pematangsiantar pada 2025 tumbuh 4,09 persen (year on year), meski sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,63 persen.
Baca Juga: Barcelona Kunci Tiket Liga Champions Lebih Cepat, Sinyal Kuat Juara LaLiga?
Struktur ekonomi masih didominasi sektor perdagangan, transportasi, dan jasa. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan.
Dari sisi inflasi, kondisi relatif terkendali. Pada Februari 2026, inflasi di Pematangsiantar tercatat 0,57 persen (mtm).
Perbankan Sehat, UMKM Terus Didorong
Kinerja perbankan di wilayah ini juga stabil, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp41,1 triliun dan penyaluran kredit Rp36,7 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 2,3 persen.
Sementara itu, UMKM binaan BI mencatat omzet sekitar Rp2,3 miliar dengan keuntungan lebih dari Rp600 juta.
Ke depan, BI akan terus memperkuat ekonomi inklusif melalui pembinaan UMKM, pengembangan klaster pangan, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. (rel)