Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Efek Lebaran! UMKM Kue Kering Asahan Kebanjiran Order, Produksi Tembus 100 Kg Lebih

Admin Metro Daily • Selasa, 17 Maret 2026 | 12:10 WIB

Pelaku UMKM di Asahan memproduksi kue kering dalam jumlah besar untuk memenuhi lonjakan pesanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pelaku UMKM di Asahan memproduksi kue kering dalam jumlah besar untuk memenuhi lonjakan pesanan menjelang Hari Raya Idulfitri.

ASAHAN, METRODAILY – Momentum Idulfitri kembali menjadi “ladang cuan” bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Asahan. Permintaan kue kering melonjak tajam, mendorong peningkatan produksi hingga berkali lipat dibanding hari biasa.

Lonjakan pesanan ini tidak hanya berasal dari kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga didorong tren hampers Lebaran yang kian populer di tengah masyarakat.

Di berbagai wilayah Asahan, aktivitas produksi kue kering terlihat meningkat sejak awal Ramadan. Pelaku UMKM memanfaatkan momen ini untuk memaksimalkan produksi demi memenuhi pesanan yang terus berdatangan.

Jenis kue seperti nastar, kastengel, putri salju, hingga kuping gajah masih menjadi primadona yang diburu pelanggan untuk sajian khas saat Lebaran.

Salah satu pelaku UMKM di Kisaran, Kisaran, Fitri Sari (30), mengaku produksi kue keringnya meningkat drastis menjelang Lebaran. Ia bahkan mencatat total produksi sudah menembus lebih dari 100 kilogram sejak awal Ramadan.

“Sudah enam tahun usaha ini. Biasanya pesanan dari keluarga, teman, sampai tetangga. Tahun ini produksi sudah 100 kilo lebih,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, jika di hari biasa hanya membuat beberapa toples, saat musim Lebaran jumlah produksi bisa mencapai ratusan toples. Puncak kesibukan biasanya terjadi sepekan menjelang hari raya.

“Seminggu jelang Lebaran paling padat. Pesanan terus masuk,” tambahnya.

Tak hanya meningkatkan omzet, lonjakan permintaan juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sejumlah warga sekitar dilibatkan untuk membantu proses produksi, mulai dari pengolahan adonan hingga pengemasan.

Selain mengandalkan penjualan langsung, pelaku UMKM kini juga mulai memaksimalkan pemasaran digital melalui media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk luar daerah.

Meski persaingan usaha semakin ketat, pelaku UMKM tetap optimistis. Inovasi rasa dan kemasan menjadi strategi utama untuk mempertahankan daya saing di tengah tingginya permintaan pasar.

Momentum Lebaran pun kembali membuktikan perannya sebagai penggerak ekonomi sektor mikro, sekaligus membuka peluang usaha musiman yang menjanjikan bagi masyarakat. (net)

Editor : Admin Metro Daily
#lebaran #UMKM Kue Kering