Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Perputaran Uang Lebaran 2026 Diprediksi Tembus Rp161 Triliun, UMKM hingga Pariwisata Ikut Terdongkrak

Editor Satu • Selasa, 17 Maret 2026 | 08:30 WIB

Penukaran uang - Ilustrasi.
Penukaran uang - Ilustrasi.

JAKARTA, METRODAILY – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memprediksi perputaran uang selama periode Idul Fitri 1447 H berpotensi menembus Rp161 triliun.

Angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, perhitungan awal menunjukkan potensi perputaran uang mencapai Rp148,39 triliun selama musim mudik Lebaran tahun ini.

Prediksi tersebut didasarkan pada estimasi jumlah pemudik sebanyak 143,9 juta orang atau setara 35,97 juta kepala keluarga (KK).

Dengan asumsi setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp4.125.000, total perputaran uang diperkirakan mencapai Rp148.396.875.000.000.

“Hitungan itu menggunakan angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).

Menurutnya, perputaran uang tersebut diperkirakan paling besar terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Sementara sebagian lainnya akan tersebar di berbagai daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, hingga Bali, termasuk kawasan destinasi wisata.

Perputaran uang tersebut hampir menyasar seluruh sektor usaha yang menyediakan kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Lebaran.

UMKM diperkirakan menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak positif dari lonjakan konsumsi masyarakat.

Pedagang makanan dan minuman, penjual suvenir, makanan khas daerah, hingga pedagang batik dan kain tradisional diprediksi mengalami peningkatan omzet selama masa libur Lebaran.

Baca Juga: Prewedding El Rumi–Syifa Hadju Viral, Nuansa Jawa Klasik Bikin Warganet Baper

Selain itu, dana masyarakat juga banyak digunakan untuk kebutuhan mudik seperti pembelian tiket transportasi, biaya tol, bahan bakar minyak (BBM), servis kendaraan, hingga pembelian oleh-oleh bagi keluarga di kampung halaman.

Pengeluaran lain juga meliputi pembelian baju baru, perlengkapan ibadah, pemberian tunjangan hari raya (THR), hampers untuk kerabat dan tetangga, serta berbagai makanan khas Lebaran untuk menjamu tamu.

Kebutuhan rumah tangga seperti daging, ayam, buah, serta pembayaran zakat fitrah dan sedekah juga turut menyumbang peningkatan perputaran uang.

Sarman menilai lonjakan konsumsi rumah tangga selama periode Lebaran yang diperkirakan meningkat 10–15 persen dapat menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I tahun 2026.

Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,4–5,5 persen dapat tercapai, mengingat pada awal tahun juga terdapat momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 serta perayaan Tahun Baru Imlek yang diperkirakan menghasilkan perputaran uang sekitar Rp9 triliun.

Namun demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga stabilitas pasokan energi, terutama ketersediaan BBM dan gas, selama dan setelah periode Lebaran.

Hal tersebut penting untuk menjaga psikologi masyarakat agar tetap percaya diri dalam membelanjakan uangnya selama libur Idul Fitri.

“Hal ini penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik, termasuk konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” ujarnya. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#perputaran uang