Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BPS Akan Sensus 2 Juta Pelaku Usaha di Sumut, Bisnis Online Ikut Didata

Editor Satu • Kamis, 12 Maret 2026 | 17:13 WIB

 

Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra menyampaikan paparan pada temu pers Sensus Ekonomi 2026 yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (12/3/2026)
Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra menyampaikan paparan pada temu pers Sensus Ekonomi 2026 yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (12/3/2026)

MEDAN, METRODAILY – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei hingga Agustus 2026.

Sebanyak dua juta pelaku usaha di Sumatera Utara akan menjadi sasaran pendataan, mulai dari usaha besar, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga bisnis berbasis digital atau online.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Asim Saputra, saat temu pers tentang Sensus Ekonomi 2026 yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (12/3/2026).

Menurut Asim, sensus ini penting untuk memotret secara riil struktur perekonomian di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, termasuk perkembangan pesat ekonomi digital.

“Jika dulu perkembangan usaha bisa dilihat dari toko-toko fisik, saat ini banyak usaha berkembang melalui platform digital,” ujarnya.

Target Dua Juta Pelaku Usaha

Asim menjelaskan, dari target sekitar dua juta pelaku usaha yang akan didata, sebanyak 1,5 juta di antaranya sudah teridentifikasi oleh BPS.

Namun, masih terdapat sekitar 300 ribu hingga 500 ribu pelaku usaha yang belum terdata secara jelas, terutama usaha rumahan maupun usaha berbasis daring.

“Ada dua juta pelaku usaha yang akan dicek. Sekitar 1,5 juta sudah teridentifikasi, sementara 300 hingga 500 ribu lainnya belum kita kenali. Usaha-usaha ini bisa berada di rumah-rumah, kafe, atau melalui sistem online,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS Sumut akan menurunkan sekitar 13.000 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung.

Pendataan akan dilakukan dengan metode door to door selama sekitar 2,5 bulan.

“Dengan sensus ekonomi, data ekonomi akan semakin jelas. Targetnya dua juta pelaku usaha dapat didata dalam waktu sekitar 2,5 bulan,” ujar Asim.

Cakupan Berbagai Sektor Usaha

Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup berbagai sektor usaha, antara lain pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pengelolaan air dan limbah, pengolahan sampah, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, hingga sektor real estate, kesenian, hiburan, dan rekreasi.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2016, jumlah usaha di Sumatera Utara tercatat sebanyak 1.166.198 unit usaha.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.153.758 unit merupakan usaha mikro kecil, sementara usaha menengah dan besar tercatat sebanyak 13.160 unit.

Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan usaha tersebut mencapai 3.219.673 orang, dengan rincian 2.640.639 orang bekerja pada usaha mikro kecil dan 579.034 orang pada usaha menengah dan besar.

Asim berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dalam sensus ekonomi ini agar data yang diperoleh semakin akurat.

“Dengan data yang akurat, kebijakan ekonomi dapat disusun secara lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (Rel/dis)

 

Editor : Editor Satu
#BPS Sumut #Sensus Ekonomi 2026