SIMALUNGUN, METRODAILY – Antusiasme pencari kerja membludak pada hari pertama bursa kerja (job fair) yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara (Disnaker Sumut) bekerja sama dengan Administratur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 Maret 2026 ini menyediakan 418 lowongan pekerjaan dari 10 perusahaan industri yang beroperasi di kawasan KEK Sei Mangkei, Nagori Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.
Pada hari pertama pendaftaran, Selasa (4/3/2026), sekitar 2.000 pencari kerja memadati halaman Kantor Administratur KEK Sei Mangkei untuk mengikuti proses seleksi.
Kepala Bidang Disnaker Sumut P Harahap menjelaskan, proses rekrutmen dilakukan secara terbuka selama tiga hari.
Para pencari kerja yang datang terlebih dahulu mengambil nomor antrean, melakukan registrasi, lalu mengikuti wawancara langsung dengan tim Human Resource Development (HRD) dari perusahaan peserta.
“Melalui job fair ini kami mempertemukan langsung pencari kerja dengan pihak perusahaan. Kami juga meminta dukungan pihak KEK Sei Mangkei untuk memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.
Adapun perusahaan yang membuka lowongan kerja antara lain PT Shell Oil Indonesia, PT Aice Sumatera Industry, PT Tanimas Resources Internasional, PT Basic International Sumatera, PT Ecooils Jaya Indonesia, PT Gerbang Saranabaja (kontraktor PT Ecooils), PT Wijaya Engindo Nusa (kontraktor PT Ecooils), PT Kokoh Semesta, serta PT Guthrie International Sei Mangkei Refinery.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Yuliani Siregar mengatakan, penyelenggaraan job fair ini merupakan bagian dari program penempatan tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran di Sumatera Utara.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan job fair perdana pada 2026 dan diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas penyerapan tenaga kerja di kawasan industri tersebut.
“Kegiatan ini tahap awal. Target kami bersama KEK Sei Mangkei adalah menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja, sesuai target RPJMD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” katanya usai rapat bersama manajemen KEK Sei Mangkei.
Ia menambahkan, sepanjang 2025 kawasan industri KEK Sei Mangkei telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja, dan angka tersebut diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Saat ini terdapat sekitar 20 perusahaan yang telah beroperasi di KEK Sei Mangkei dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami berharap putra-putri terbaik Sumatera Utara dapat mengisi peluang kerja yang tersedia di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei,” ujar Yuliani.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Sumatera Utara pada 2026 masih mencapai sekitar 448 ribu orang.
Karena itu, pembukaan bursa kerja menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan angka tersebut.
Selain itu, Disnaker Sumut juga menindaklanjuti surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan yang mewajibkan setiap perusahaan melaporkan kondisi ketenagakerjaan.
Pihaknya telah menginstruksikan seluruh dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk aktif menyelenggarakan bursa kerja di daerah masing-masing.
“Kegiatan ini juga sejalan dengan target Gubernur Sumatera Utara dalam upaya menuntaskan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran,” pungkasnya. (rel)
Editor : Editor Satu