MEDAN, METRODAILY – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan stok pangan aman selama Ramadan.
Kenaikan harga beras yang terjadi di pasaran disebut bukan akibat lonjakan permintaan musiman, melainkan dampak gangguan produksi di sejumlah wilayah Aceh akibat banjir.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan pergeseran harga gabah di tingkat petani dipicu musibah banjir yang melanda Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan.
“Bukan karena permintaan di bulan puasa, tapi karena wilayah Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan terdampak banjir.
Pedagang penggilingan dari Aceh datang ke Sumut untuk ikut menyerap panen di sini,” ujar Budi di Medan, Senin (2/3).
Harga Gabah Naik, Bulog Genjot SPHP
Menurut Budi, kondisi harga tahun ini berbeda dibanding periode Januari–Februari tahun lalu. Biasanya harga gabah berada di kisaran Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.
Namun saat ini harga tersebut sulit ditemukan di tingkat petani.
Kenaikan harga gabah berdampak langsung pada harga beras di pasar. Untuk menjaga stabilitas, Bulog Sumut mengintensifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang Januari dan Februari.
“Angkanya memang tidak signifikan, tetapi cukup menggambarkan adanya lonjakan permintaan di pasar,” katanya.
Stok Beras Capai 51.350 Ton, Tambahan 27.000 Ton Segera Masuk
Budi menjelaskan, stok beras medium Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog Sumut saat ini mencapai 51.350 ton. Stok tersebut telah tersebar di seluruh gudang Bulog di wilayah Sumatera Utara.
Selain itu, dalam waktu dekat akan masuk tambahan sekitar 27.000 ton beras dari wilayah lain untuk memperkuat cadangan.
“Artinya stok kita cukup dan dalam kondisi aman,” tegasnya.
Selain beras medium, Bulog Sumut juga memiliki stok beras premium sebanyak 275 ton, minyak goreng premium 150.000 liter, Minyakita 1,9 juta liter, serta gula pasir sekitar 250 ton.
Minyakita Dijual Sesuai HET
Terkait Minyakita, Budi memastikan stok 1,9 juta liter yang tersedia di gudang merupakan minyak komersial yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Bulog membeli Minyakita dari pabrik dengan harga maksimal Rp13.500 per liter dan menyalurkannya ke Rumah Pangan Kita (RPK) atau pengecer seharga Rp14.500 per liter.
“Saya bisa yakinkan semua pasar di Sumatera Utara sudah menjual Minyakita sesuai ketentuan. Karena harganya murah, jadi cepat habis,” ujarnya.
Ia menambahkan, selisih harga Minyakita Bulog dengan distributor lain bisa mencapai Rp3.000 per liter, sehingga produk Bulog lebih diminati masyarakat.
Distribusi Minyakita disebut telah menjangkau sejumlah pasar di Kota Medan, seperti Pasar Simpang Limun, Setia Budi, hingga Helvetia.
Dengan kondisi tersebut, Bulog Sumut menegaskan ketersediaan pangan pokok selama Ramadan dalam keadaan terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat. (Net)
Editor : Editor Satu