JAKARTA, METRODAILY – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri berpotensi mengalami kenaikan jika ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut.
Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, yang berdampak pada distribusi energi global.
Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak sekitar 10 persen dan telah menyentuh level US$80 per barel setelah Iran menutup Selat Hormuz.
“Otomatis akan naik, sama seperti saat perang Ukraina kan naik,” ujar Airlangga di Jakarta Pusat, Senin (2/3).
Selat Hormuz Ditutup, Rantai Pasok Terganggu
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel disebut berdampak langsung pada rantai pasok minyak global.
Sejumlah kapal tanker, perusahaan minyak besar, serta perusahaan perdagangan menghentikan sementara pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG).
Seorang eksekutif perusahaan perdagangan besar mengatakan kapal-kapal mereka akan tetap berada di lokasi selama beberapa hari hingga situasi lebih kondusif.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi mendorong volatilitas harga energi global.
OPEC+ dan AS Tingkatkan Produksi
Di tengah situasi memanas, Amerika Serikat dan aliansi produsen minyak OPEC+ disebut meningkatkan kapasitas produksi untuk menstabilkan pasokan.
Berdasarkan laporan Reuters, OPEC+ akan membahas peningkatan produksi hingga 411.000 barel per hari, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 137.000 barel per hari.
“Tetapi kan kali ini supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya,” kata Airlangga.
Pemerintah Masih Pantau Situasi
Meski potensi kenaikan harga BBM terbuka, pemerintah belum mengambil keputusan final. Airlangga menegaskan pemerintah masih memantau perkembangan konflik dan dampaknya terhadap pasar energi global.
“Nanti kita monitor dulu,” ujarnya.
Pemerintah akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk durasi konflik dan stabilitas pasokan global, sebelum menentukan kebijakan terkait harga BBM di dalam negeri. (dtc)
Editor : Editor Satu