Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jelang Idulfitri 2026, Harga Daging Ayam di Sumut Turun

Editor Satu • Senin, 2 Maret 2026 | 20:28 WIB

 

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Medan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Medan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan.

MEDAN, METRODAILY – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Sumatera Utara (Sumut) mulai menunjukkan tren penurunan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengintensifkan langkah stabilisasi pasokan dan harga guna menekan lonjakan permintaan selama Ramadan hingga Lebaran.

Berdasarkan data pengendalian inflasi daerah per 27 Februari 2026, harga daging ayam di Pasar Sei Sikambing, Kota Medan, tercatat Rp41.386 per kilogram.

Harga terendah berada di Kabupaten Asahan dan Kota Tebingtinggi sebesar Rp32.000 per kilogram, sementara harga tertinggi tercatat di Kota Sibolga mencapai Rp55.072 per kilogram.

Secara rata-rata, Indeks Harga Konsumen (IHK) daging ayam di Sumut berada di angka Rp43.665 per kilogram.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri dan Tertib Niaga (PPDN-TN) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Charles T.H. Situmorang, mengatakan harga daging ayam saat ini mulai bergerak turun dibanding awal Ramadan.

“Dari awal Ramadan berkisar Rp50 ribu per kilogram, sekarang mulai stabil di kisaran Rp45 ribu per kilogram. Memang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp40 ribu per kilogram, tetapi kita terus berupaya menurunkannya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujar Charles, Senin (2/3/2026).

GPM Digelar Bertahap di Sejumlah Pasar

Sebagai bagian dari intervensi pasar, Pemprov Sumut menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) khusus komoditas daging ayam secara bertahap di sejumlah titik strategis di Kota Medan dan sekitarnya.

Pelaksanaan GPM dijadwalkan pada:

2–3 Maret 2026: Pusat Pasar, Sei Sikambing, Petisah, Sukaramai, Medan Deli, Marelan, dan Bakaran Batu.

9–10 Maret 2026: Pusat Pasar, Sei Sikambing, Petisah, Sukaramai, Medan Deli, Marelan, dan Gambir.

16–17 Maret 2026: Pusat Pasar, Sei Sikambing, Petisah, Sukaramai, Medan Deli, Marelan, dan Pancur Batu.

Langkah ini diharapkan mampu menekan disparitas harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang puncak konsumsi Lebaran.

Koordinasi Lintas Sektor dan Pelaku Usaha

Selain operasi pasar, Dinas Perindag ESDM Sumut juga memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rapat yang dipimpin Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Yosi Sukmono, pada 24 Februari 2026 di Kantor Dinas Perindag ESDM Sumut.

Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut, Biro Perekonomian Sumut, serta perwakilan PUD Pasar Kota Medan.

Sejumlah perusahaan pemasok juga turut hadir, antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Primafood International, PT Mabar Feed, PT Ciomas Adisatwa, PT Extravert Nasuba, PT Seerad, dan PT Indojaya Agrinusa.

Dalam pertemuan itu, pelaku usaha memaparkan kondisi pasokan terkini serta jalur distribusi daging ayam ke pasar-pasar tradisional.

“Rapat koordinasi ini untuk memperkuat sinergi, pengawasan, dan koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga daging ayam di Sumut,” kata Charles.

Antisipasi Lonjakan Permintaan Lebaran

Pemprov Sumut menegaskan, langkah intensifikasi ini merupakan bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan daerah dan mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Idulfitri 2026.

Pemerintah juga mendorong komitmen pelaku usaha untuk meningkatkan suplai ke pasar tradisional yang mudah diakses masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga stabil dan pasokan yang mencukupi,” ujar Charles. (Rel/dis)

 

Editor : Editor Satu
#harga daging ayam