MEDAN, METRODAILY – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, memperkenalkan berbagai kriya khas Sumatera Utara kepada Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat, Sruning Burhanuddin, saat kunjungan ke Galeri Dekranasda Sumut di Jalan Iskandar Muda, Medan, Kamis (26/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kahiyang didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti. Ia memperkenalkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari tas anyaman, kai
Kahiyang menjelaskan secara rinci keunikan motif, teknik pembuatan, serta nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dipamerkan di galeri tersebut.
Menurutnya, kriya Sumut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan identitas dan kearifan lokal masyarakat.
Baca Juga: Buka Puasa Bersama, Dirut Bank Sumut Tekankan Transformasi dari Internal
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memperluas promosi kriya Sumut ke tingkat nasional maupun internasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua Umum IAD beserta jajaran. Kami berharap kunjungan ini dapat semakin memperkenalkan dan mempromosikan kriya Sumut di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Kahiyang.
Apresiasi dan Dukungan untuk UMKM
Ketua Umum IAD Pusat, Sruning Burhanuddin, menyampaikan kekagumannya atas kualitas produk yang dipamerkan. Ia menilai kerajinan tangan tersebut dibuat dengan ketelitian dan kesabaran tinggi, terutama pada proses menenun berbagai motif tradisional.
“Ini sangat bagus. Produk-produk hasil kerajinan tangan ini dibuat dengan penuh kesabaran, terutama saat proses menenun berbagai motif,” ujarnya.
Baca Juga: Jaksa Agung Minta Kejati Sumut Bekerja Humanis, Proses Cepat, Zero Cacat Integritas
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM di Sumatera Utara, Ketua Umum IAD Pusat beserta rombongan turut membeli berbagai kriya dan produk hasil karya perajin lokal.
Kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara organisasi perempuan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya daerah. (rel)