JAKARTA, METRODAILY – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako telah disalurkan secara bertahap kepada keluarga penerima manfaat (KPM) pada Ramadan 1447 H/2026.
“Penyaluran (PKH) sampai saat sekarang, untuk triwulan pertama Januari, Februari, Maret, itu 8.940.958 KPM. Sudah tersalurkan lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
PKH dan Sembako Tembus Rp15 Triliun
Untuk bantuan sembako, pemerintah telah menyalurkan kepada lebih dari 15 juta KPM dengan total anggaran Rp9 triliun atau sekitar 86,9 persen dari target.
Secara keseluruhan, realisasi penyaluran bansos triwulan pertama 2026 telah mencapai lebih dari 85 persen atau di atas Rp15 triliun.
Tahun ini, alokasi PKH ditetapkan untuk 10 juta KPM, sementara bantuan sembako menyasar 18.250.000 KPM di seluruh Indonesia.
Penyaluran dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Jutaan Penerima Baru Masih Proses Rekening
Gus Ipul mengungkapkan masih terdapat lebih dari 1 juta penerima baru PKH dan sekitar 2 juta penerima baru bantuan sembako hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang belum menerima bantuan.
Hal itu karena para penerima baru tersebut masih dalam proses pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, serta persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia.
“Setiap triwulan ada penerima manfaat baru hasil pemutakhiran DTSEN, sebagian besar belum memiliki rekening. Maka perlu proses burekol dan itu membutuhkan waktu 1–2 bulan,” jelasnya.
Bansos untuk Wilayah Terdampak Bencana
Khusus untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana, Kementerian Sosial telah menyalurkan bansos sebesar Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM.
“Semua sudah salur dan insya Allah di akhir Februari ini tuntas,” kata Gus Ipul. (Kdc)
Editor : Editor Satu