Antisipasi Lonjakan Pengangguran 2027
TOBA, METRODAILY — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mulai menjajaki pengiriman tenaga kerja ke Jepang sebagai langkah antisipasi potensi peningkatan pengangguran pada 2027.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, mengatakan peluang tersebut terbuka setelah dirinya bertemu Ketua Asosiasi Masyarakat Indonesia di Jepang, Lubis, saat mengikuti workshop di Negeri Sakura.
Menurut Audi, pertemuan itu membahas peluang perekrutan tenaga kerja asal Toba untuk bekerja di Jepang melalui jalur resmi dan terkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Beliau sudah tinggal di Jepang selama 25 tahun dan lebih dari 25.000 orang Indonesia telah dipekerjakannya di negara tersebut. Disarankan agar Pemkab Toba berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja, dan beliau juga akan berkoordinasi dengan kementerian,” ujar Audi, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, asosiasi tersebut siap membantu percepatan agar Toba dapat menjadi lokasi penyelenggaraan seleksi calon tenaga kerja tujuan Jepang.
Setelah lolos seleksi, peserta akan mengikuti pendidikan dan pelatihan dari Kementerian Tenaga Kerja sebelum diberangkatkan.
“Setelah selesai pendidikan, mereka akan dikirim bekerja ke Jepang. Ketua asosiasi akan membantu mencarikan tempat kerja yang sesuai dengan keahlian warga Toba yang diberangkatkan,” jelasnya.
Audi menambahkan, penjajakan awal dengan kementerian telah dilakukan sepanjang 2026.
Dalam waktu dekat, Pemkab Toba akan melakukan pertemuan langsung dengan pihak kementerian untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sebelumnya dilakukan melalui telepon.
Menurutnya, peluang kerja sama tersebut telah dibuka dengan catatan Pemkab Toba memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis yang diminta.
“Semoga pada akhir tahun ini program sudah bisa dilaksanakan, dan pada 2027 sudah ada pengiriman tenaga kerja dengan target ratusan orang, tergantung anggaran yang disediakan kementerian,” ucap Audi.
Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka menengah untuk memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat Toba sekaligus menekan potensi lonjakan pengangguran pada 2027. (Net)
Editor : Editor Satu