SIANTAR, METRODAILY – Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tracking Inflasi, Rabu (18/2), di Aula TB Simatupang Lantai 4 KPw BI Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik.
FGD dipimpin Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman dan dihadiri Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, unsur BPS, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Ahmadi Rahman menegaskan tekanan inflasi di Kota Pematangsiantar dalam beberapa bulan terakhir cenderung tinggi dan berada di atas target nasional 2,5±1 persen.
Baca Juga: Bawa Sabu dan Pistol, Pengemudi BMW di Batu Bara Ditangkap Polisi
“Tekanan inflasi tahun berjalan masih di atas target nasional. Komoditas penyumbang inflasi di Kota Pematangsiantar antara lain emas perhiasan, tomat, ikan dencis, sawi putih, dan ikan asin teri,” ujarnya.
Sementara komoditas yang mengalami deflasi yakni cabai merah, andaliman, cabai rawit, wortel, dan kangkung.
Menurut Ahmadi, dua bulan pertama 2026 menunjukkan sejumlah komoditas pangan masih dalam tren harga tinggi. Karena itu, pengendalian inflasi harus dilakukan sejak dini, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Perlu perhatian serius pada komoditas telur, beras, dan daging ayam ras yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan,” tegasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan SIM dan STNK, Satlantas Polres Tanjungbalai Gelar “Polantas Menyapa”
BI juga menyoroti sejumlah tantangan, di antaranya pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang perlu penyesuaian, cuaca basah hingga pertengahan tahun yang berpotensi menekan produksi, serta perlunya sinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ahmadi mendorong pelaksanaan GPM dilakukan serentak di pasar tradisional, Toko Pantau Inflasi (Topis), serta Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih agar intervensi harga lebih efektif.
Cold Storage Jadi Infrastruktur Kunci
Dalam paparannya, BI menekankan pentingnya pembangunan cold storage sebagai infrastruktur rantai pasok pangan.
“Cold storage berperan menjaga kualitas, mengurangi kehilangan pangan, serta memastikan stabilitas pasokan dan harga,” jelas Ahmadi.
Baca Juga: Polres Tanjungbalai Turunkan Personel Amankan Salat Tarawih
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi TPID dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung MBG, termasuk diversifikasi dan clustering menu agar kebutuhan pangan tidak bertumpu pada satu komoditas tertentu.
Pemko Siantar Siapkan Intervensi Februari-Maret
Sekda Junaedi Sitanggang menyebutkan, secara month to month (mtm) Kota Pematangsiantar memang mengalami deflasi, sementara secara year on year (yoy) terjadi penurunan dibanding tahun lalu.
“Namun ini belum menggembirakan karena posisi kita masih di atas target nasional 2,5±1 persen,” ujarnya.
Pemko telah mencanangkan pengadaan cold storage melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Penempatan fasilitas tersebut akan dikoordinasikan dengan PD PHJ dan TPID.
Baca Juga: Polres Tanjungbalai Turunkan Personel Amankan Salat Tarawih
“Kita juga menyusun jadwal intervensi harga untuk Februari dan Maret berdasarkan data BPS, termasuk pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar,” kata Junaedi.
Pasar murah, lanjutnya, akan melibatkan langsung para pedagang yang bekerja sama dengan Pemko agar intervensi harga lebih efektif dan menyentuh mekanisme pasar.
BPS: Lima Komoditas Rawan Jelang Lebaran
Perwakilan BPS dalam FGD menyebutkan lima komoditas yang kerap memicu inflasi menjelang puasa dan Lebaran, yakni cabai merah, bawang merah, telur, daging ayam ras, dan cabai rawit.
“Meski saat ini deflasi, kita tetap harus waspada terhadap pola musiman menjelang HBKN,” ujarnya.
Baca Juga: Kodam I/BB dan Pemkab Batu Bara Bangun Jembatan Bailey di Sei Buah Keras
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian L Pardamean Manurung mengungkapkan cold storage telah dipesan dan diperkirakan tiba pada 10 Maret.
“Penempatan akan bekerja sama dengan PD PHJ. Harapannya, fasilitas ini mampu menjaga kesegaran komoditas dan menekan gejolak harga,” katanya.
Sementara itu, Kadis Kominfo Johannes Sihombing menyampaikan pihaknya telah memfasilitasi aplikasi internal TPID untuk memantau 14 komoditas harian dengan pembaruan pukul 07.00–11.00 WIB.
“Aplikasi memiliki indikator normal, siaga, dan waspada. Ke depan akan ditambahkan fitur perbandingan bulanan dan diagram data,” jelasnya.
Baca Juga: Optimistis Pembangunan Kota Padangsidimpuan tahun 2026, Pertumbuhan Ekonomi hingga 5.50 Persen
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan menyarankan intervensi pasar murah dipusatkan di Pasar Dwikora dan Pasar Horas agar lebih efektif menjangkau aktivitas perdagangan utama.
FGD ini menjadi langkah awal konsolidasi lintas sektor guna menekan inflasi Kota Pematangsiantar menjelang Ramadhan dan Idulfitri, sekaligus memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat. (esa)