Di Atas HET
SIANTAR, METRODAILY – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menemukan minyak goreng subsidi Minyakita dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) saat inspeksi mendadak (sidak) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Selasa (10/2).
Sidak yang dipusatkan di Pasar Horas itu dipimpin Sekda Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang dan melibatkan unsur kepolisian, dinas terkait, serta Bulog.
Dalam sidak tersebut, tim menemukan Minyakita dijual Rp17.000 per liter di sejumlah kios, melebihi HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Diketahui, produk tersebut berasal dari distributor CV Surya Mas Raja Tawon.
Baca Juga: Buku ‘Sejarah Perjuangan Masyarakat Siantar’ Resmi Diluncurkan, Masuk Sekolah dan Dibiayai APBD
Menurut Junaedi, hasil pengecekan menunjukkan harga di tingkat distributor sudah mengalami kenaikan sebelum sampai ke pengecer.
Distributor membeli Minyakita seharga Rp15.000 per liter, lalu menjual ke pengecer Rp16.000 per liter, sehingga di tingkat konsumen tembus Rp17.000 per liter.
“Tim Saber telah melakukan pembinaan kepada distributor terkait kebijakan HET Minyakita dan mengarahkan distributor tersebut sebagai D1 yang langsung ke produsen Minyakita,” ujar Junaedi.
Ia menilai, panjangnya rantai distribusi menjadi salah satu penyebab harga melampaui ketentuan.
Baca Juga: Polda Sumut Cek Jalur Mudik Lebaran 2026 di Siantar, Begini Hasilnya
Pantau Beras hingga Daging
Selain Minyakita, tim juga memantau harga komoditas strategis lainnya. Hasil pantauan di Pasar Horas menunjukkan:
-
Beras premium Rp15.300/kg
-
Beras medium Rp14.000/kg
-
Beras SPHP Rp12.400/kg
-
Gula pasir Rp17.500/kg
-
Telur ayam ras Rp27.000/kg
-
Daging ayam ras Rp42.000/kg
-
Daging sapi Rp120.000/kg
-
Bawang merah Rp28.000/kg
-
Bawang putih Rp32.000/kg
-
Cabai rawit Rp32.000/kg
-
Cabai merah keriting Rp38.000/kg
“Ada beberapa titik pemantauan yang kita lakukan,” kata Junaedi.
Ia menegaskan, sidak bertujuan menjaga stabilisasi harga serta menjamin keamanan dan mutu pangan menjelang HBKN.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, ASN dan Pekerja Bisa WFA 5 Hari: Ini Jadwal dan Aturannya
Bulog Diminta Tambah RPK
Untuk menekan potensi pelanggaran harga, Pemko meminta Bulog menambah Rumah Pangan Kita (RPK) guna memperluas distribusi Minyakita dan memastikan penjualan sesuai HET.
Selain itu, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan akan menggelar Pasar Murah Keliling setiap minggu. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga dijadwalkan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 12–13 Februari 2026.
Pemantauan harga, keamanan, dan mutu pangan akan terus dilakukan bersama Satgas Saber guna menjaga stabilitas pasar menjelang Lebaran.
Turut hadir dalam sidak, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Herbet Aruan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian L Pardamean Manurung, perwakilan Kapolres Pematangsiantar, enumerator panel harga pangan, kontributor SP2KP, serta Bulog. (esa)
Editor : Editor Satu