Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Januari Siantar Deflasi 0,11 Persen, BI Fokus Jaga Harga Jelang Ramadan

Editor Satu • Jumat, 6 Februari 2026 | 10:20 WIB

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan perkembangan inflasi dan deflasi wilayah Pematangsiantar dan Labuhanbatu, Januari 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan perkembangan inflasi dan deflasi wilayah Pematangsiantar dan Labuhanbatu, Januari 2026.

SIANTAR, METRODAILY – Perkembangan harga di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar pada Januari 2026 terpantau terkendali.

Dua daerah Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu, tercatat mengalami deflasi.

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan, Kota Pematangsiantar mengalami deflasi bulanan sebesar 0,11 persen (month to month/mtm).

Sementara secara tahunan, inflasi masih berada pada level 4,70 persen (year on year/yoy), dengan inflasi tahun berjalan tercatat minus 0,11 persen (year to date/ytd).

Baca Juga: Perang Lawan Judi di Simalungun, Kapolres Bentuk Timsus: Tak Ada Toleransi Bandar Togel

“Sementara Kabupaten Labuhanbatu mengalami deflasi yang lebih dalam, yakni sebesar 0,83 persen (mtm). Inflasi tahunan tercatat 3,73 persen (yoy) dengan inflasi tahun berjalan minus 0,83 persen (ytd),” kata Ahmadi, Rabu (4/2).

Ahmadi menjelaskan, deflasi Januari 2026 terutama dipengaruhi mulai masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi, sehingga pasokan komoditas pangan meningkat dan harga cenderung turun.

Selain itu, efek tingginya inflasi pada Desember 2025 (base effect) turut mendorong koreksi harga di awal tahun.

Baca Juga: Wali Kota Wesly Jamu Atlet Juara Internasional Asal Siantar

Di Kota Pematangsiantar, penurunan harga terutama disumbang oleh komoditas cabai merah, andaliman, dan cabai rawit.

Sementara di Kabupaten Labuhanbatu, deflasi dipengaruhi turunnya harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Meski demikian, tekanan deflasi tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan. Ketidakpastian ekonomi global mendorong masyarakat mengalihkan investasi ke aset safe haven, sehingga harga emas meningkat cukup signifikan di kedua wilayah.

Selain emas, beberapa komoditas ikan juga tercatat memberikan andil inflasi.

Untuk menjaga stabilitas harga, KPw BI Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Baca Juga: 21.885 Prajurit Tamtama TNI AD Dilantik di Rindam Siantar, KSAD Tekankan Mental Militer

Sepanjang Januari 2026, telah digelar Focus Group Discussion (FGD) Inflasi Kota Pematangsiantar yang melibatkan BI, OPD, BPS, dan Bulog.

FGD tersebut menjadi wadah penyusunan langkah antisipatif, termasuk rencana peluncuran Early Warning System (EWS), pelaksanaan pasar murah, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026.

Di Kabupaten Labuhanbatu, BI juga mendorong penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui Pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diikuti 15 Kelompok Wanita Tani (KWT).

Ke depan, program ini akan dilanjutkan dengan lomba P2L untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Maarten Paes Dinilai Ideal Jadi Kiper Ajax: Tinggi Badan dan Fisik Jadi Modal Utama

Komitmen pengendalian inflasi ditegaskan melalui High Level Meeting (HLM) TPID Kota Pematangsiantar yang dirangkaikan dengan peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) pada akhir Januari 2026.

Ke depan, BI memperkirakan deflasi masih berlanjut pada Februari 2026 seiring meningkatnya pasokan akibat musim panen dan curah hujan yang cukup. Namun tekanan inflasi berpotensi meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri pada triwulan I 2026.

“Oleh karena itu, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan serta pemanfaatan Early Warning System menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” tutup Ahmadi. (rel)

Editor : Editor Satu
#Siantar deflasi #BI Siantar