Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Harga Cabai Merah Keriting Melonjak di Toba, Andaliman Turun Hingga Rp150 Ribu per Kg

Editor Satu • Kamis, 5 Februari 2026 | 10:50 WIB
Pedagang cabai melayani pembeli di pasar tradisional Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.
Pedagang cabai melayani pembeli di pasar tradisional Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.

TOBA, METRODAILY – Harga cabai merah keriting di pasar tradisional Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, kembali mengalami kenaikan signifikan. Sebaliknya, harga cabai rawit dan andaliman justru tercatat mengalami penurunan.

Kenaikan harga cabai merah keriting dalam sepekan terakhir mencapai Rp10.000 per kilogram. Berdasarkan pantauan di Pasar Porsea, harga komoditas tersebut kini berada di level Rp45.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang, W. Simatupang, mengatakan harga cabai merah keriting mengalami kenaikan hingga tiga kali dalam sepekan terakhir.

“Awalnya dari Rp25.000 naik menjadi Rp35.000, dan hari ini mencapai Rp45.000 per kilogram,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Inacraft 2026 Jadi Panggung Global, Pemkab Taput Pamerkan Ulos dan Produk Ekonomi Kreatif

Namun demikian, menurutnya harga cabai merah keriting masih bisa dijual lebih rendah, tergantung kualitas dan kondisi stok.

“Untuk stok lama, harganya bisa sekitar Rp35.000 per kilogram. Sedangkan stok baru kualitas bagus kami jual Rp45.000 per kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan. Dari sebelumnya Rp50.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas andaliman. Pedagang lainnya, Rikson Aruan, menyebut harga andaliman turun cukup drastis dalam sepekan terakhir, yakni mencapai Rp50.000 per kilogram.

Baca Juga: Iwan Simanjuntak Dibunuh Kakak Kandung, Motif Klaim Asuransi Terbongkar

“Sejak Januari 2026, harga andaliman bertahan di kisaran Rp200.000 sampai Rp250.000 per kilogram. Memasuki Februari, turun menjadi Rp180.000, dan hari ini dijual Rp150.000 per kilogram,” katanya.

Menurut Rikson, penurunan harga andaliman diperkirakan masih akan berlanjut hingga Februari bahkan Maret 2026. Hal itu disebabkan pasokan dari petani dan pengepul yang relatif melimpah, sementara permintaan cenderung menurun.

“Musim sambang atau trek buah andaliman segera berakhir, sehingga stok di pasaran lebih banyak dibandingkan permintaan,” pungkasnya. (net)

Editor : Editor Satu
#Harga andaliman #harga cabai