SIANTAR, METRODAILY – Kota Pematangsiantar mengalami deflasi sebesar 0,11 persen pada Januari 2026 secara bulanan (month to month/mtm).
Secara kumulatif tahun kalender (year to date/ytd), deflasi juga tercatat 0,11 persen, sementara secara tahunan (year on year/yoy) terjadi inflasi 4,7 persen.
Hal itu disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS Kota Pematangsiantar, Nova Puspita, SST, M.Si, dalam rilis resmi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), selasa (3/2/2026).
Nova menjelaskan, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar pada Januari 2026 dengan deflasi 1,13 persen dan andil 0,41 persen.
Baca Juga: Bupati Karo Apresiasi CSR Indomaret Salurkan Bantuan Nutrisi untuk 250 Keluarga
Sebaliknya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami inflasi 2,79 persen dengan andil inflasi 0,21 persen.
Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran tercatat relatif stabil atau nyaris tidak mengalami perubahan indeks harga, yakni:
-
Rekreasi, olahraga, dan budaya
-
Pendidikan
-
Penyediaan makanan dan minuman/restoran
Cabai Merah hingga Andaliman Turun Harga
Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama deflasi. Cabai merah tercatat sebagai penyumbang deflasi tertinggi dengan andil 0,28 persen, seiring pasokan yang melimpah akibat musim panen.
Baca Juga: Wartawan dan Aktivis Dianiaya di Depan Rumah Dinas Bupati Tapteng, Masih Dirawat di RS
Selain itu:
-
Andaliman memberi andil deflasi 0,09 persen akibat penurunan permintaan pasca Natal dan Tahun Baru
-
Cabai rawit dan wortel masing-masing menyumbang deflasi 0,05 persen
-
Bawang merah menyumbang deflasi 0,04 persen
Di sisi lain, emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi, dipicu kenaikan harga emas dunia. Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain tomat, ikan dencis, sawi putih, dan ikan asin teri.
Inflasi Tahunan 4,7 Persen, Perawatan Pribadi Tertinggi
Secara tahunan, inflasi Januari 2026 tercatat 4,7 persen. Nova menyebutkan, inflasi yoy tertinggi dalam setahun terakhir terjadi pada September 2025 sebesar 5,84 persen, sementara terendah pada Juni 2025 sebesar 1,25 persen.
Baca Juga: Bikin Resah, Polres Samosir Amankan 22 Motor Knalpot Brong
Inflasi tahunan Januari 2026 dipicu oleh kenaikan indeks harga di seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok dengan inflasi yoy tertinggi adalah:
-
Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 18,94 persen, dengan andil 1,26 persen
Sementara inflasi terendah terjadi pada:
-
Transportasi: 0,37 persen, dengan andil 0,04 persen
Untuk komoditas, emas perhiasan kembali menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 1,14 persen, disusul:
-
Tarif listrik (0,82 persen)
-
Beras (0,26 persen)
-
Bayam (0,21 persen)
-
Ikan kembung, daging ayam ras, ikan dencis, dan ikan tongkol
Baca Juga: Bikin Resah, Polres Samosir Amankan 22 Motor Knalpot Brong
Deflasi Pematangsiantar Lebih Rendah dari Sumut
Jika dibandingkan secara regional, pada Januari 2026:
-
Pematangsiantar: deflasi 0,11 persen (mtm)
-
Sumatera Utara: deflasi 0,75 persen
-
Nasional: deflasi 0,15 persen
Untuk inflasi tahunan:
-
Pematangsiantar: 4,7 persen
-
Sumatera Utara: 3,81 persen
-
Nasional: 3,55 persen
Dari sebaran inflasi bulanan di Sumatera Utara, 8 kabupaten/kota mengalami deflasi, kecuali Kabupaten Karo yang mencatat inflasi 0,03 persen.
Deflasi terdalam terjadi di:
-
Gunungsitoli: 2,37 persen
-
Deli Serdang: 1,30 persen
-
Labuhanbatu: 0,83 persen
Baca Juga: Polres Tapteng Gelar Operasi Keselamatan Toba 2026, Fokus Jelang Idulfitri
Sementara secara tahunan, inflasi tertinggi terjadi di:
-
Gunungsitoli: 8,68 persen
-
Sibolga: 5,28 persen
-
Medan dan Padangsidimpuan: 4,99 persen
-
Pematangsiantar: 4,7 persen. (rel)