Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Selamat dari Banjir Bandang, Petani Padi Tapsel Mulai Panen Meski Hasil Menurun

Editor Satu • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:10 WIB
Petani penyintas banjir memanen padi di sawah Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, yang selamat dari bencana hidrometeorologi.
Petani penyintas banjir memanen padi di sawah Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, yang selamat dari bencana hidrometeorologi.

TAPSEL, METRODAILY – Sejumlah petani padi di Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mulai melakukan panen meski wilayah tersebut sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Salah satu petani, Masnelan Dalimunte, mengaku bersyukur karena lahan sawah miliknya seluas delapan pastag tidak terendam lumpur dan masih bisa dipanen.

“Alhamdulillah, sawah kami yang delapan pastag ini tidak terendam lumpur dan sekarang bisa panen,” ujar Masnelan di Tolang Jae, Kamis (28/1/2026).

Ia menjelaskan, panen telah dilakukan sejak Jumat (22/1) lalu hingga kini. Namun, hasil panen tahun ini menurun dibandingkan kondisi normal sebelum banjir melanda kawasan tersebut.

“Biasanya bisa sampai satu ton, tapi sekarang hasilnya berkurang karena banjir membuat aliran air ke sawah terputus sehingga lahan sempat kering,” katanya.

Masnelan menuturkan, sawah yang ditanami sekitar 100 hari lalu itu berada sekitar 100 meter dari Sungai Tolang yang dilanda banjir bandang. Meski lahannya selamat, sebagian besar sawah di sekitarnya terendam lumpur dan gagal panen.

“Di sebelah sana hampir semua sawah terendam lumpur dan tidak bisa dipanen,” ucapnya.

Hasil panen tersebut kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Masnelan juga mengaku sempat terdampak banjir dan mengungsi selama dua hari.

“Kami berharap kondisi ke depan semakin membaik,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara, menyampaikan bahwa kerusakan lahan pertanian akibat bencana hidrometeorologi di daerah tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni berat, sedang, dan ringan.

Untuk kategori berat, terdapat lahan gagal panen namun masih bisa ditanami kembali seluas 1.352 hektare, serta lahan rusak parah yang tidak dapat digunakan lagi akibat timbunan material dengan luas mencapai 536 hektare.

Adapun lahan dengan kerusakan sedang tercatat seluas 77 hektare, sementara kerusakan ringan mencapai 1.053 hektare.

Taufik menambahkan, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih padi bagi petani yang lahannya rusak berat namun masih dapat ditanami kembali, masing-masing sebanyak 25 kilogram per hektare.

“Kami juga menjalankan program dari pemerintah pusat untuk optimalisasi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali oleh petani,” pungkasnya. (ant) 

Editor : Editor Satu
#panen #tapsel #banjir bandang #petani padi