Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BI Luncurkan LPI 2025, Proyeksi Ekonomi Nasional Terus Menguat hingga 2027

Editor Satu • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:00 WIB
Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 oleh Bank Indonesia yang disaksikan dari KPw BI Pematangsiantar.
Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 oleh Bank Indonesia yang disaksikan dari KPw BI Pematangsiantar.

SIANTAR, METRODAILY – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, Rabu (28/1/2026).

Peluncuran LPI 2025 disaksikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan, dari Lantai 4 Kantor Perwakilan BI (KPw BI) Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Kota Pematangsiantar.

Laporan ini memuat evaluasi dan prospek perekonomian global dan domestik, pelaksanaan kebijakan BI sepanjang 2025, serta arah bauran kebijakan Bank Indonesia pada 2026.

Dalam keynote speech yang disampaikan dari Gedung BI Jakarta, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan tiga pilar utama dalam menjaga dan mendorong perekonomian nasional, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS).

Perry menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7–5,5 persen, meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada 2026, dan terus menguat hingga 5,1–5,9 persen pada 2027.

“Stabilitas harga tetap terjaga dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027,” ujar Perry.

Ia menambahkan, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait akan terus diperkuat, terutama pada lima area strategis, yakni menjaga stabilitas perekonomian, mendorong sektor riil melalui hilirisasi SDA dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan pembiayaan perekonomian, serta mengakselerasi digitalisasi.

“Ke depan, BI akan terus waspada terhadap berbagai gejolak dan ketidakpastian global serta dampak rambatannya ke perekonomian domestik,” tegas Perry.

Perry juga menegaskan, LPI 2025 merupakan bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang terakhir diubah melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

“LPI 2025 diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel mengenai perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia serta arah kebijakan Bank Indonesia,” tukasnya.

Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman, unsur Forkopimda Kota Pematangsiantar, kepala instansi vertikal, BUMN, serta sejumlah pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar.

Usai peluncuran LPI 2025, Wali Kota Pematangsiantar yang diwakili Zainal Siahaan bersama Forkopimda dan KPw BI Pematangsiantar menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar. (awa)

Editor : Editor Satu
#BI Pematangsiantar #proyeksi ekonomi Indonesia #bank indonesia