TAPANULI TENGAH, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmen penuh dalam memulihkan sektor pertanian pascabencana alam yang melanda sejumlah daerah.
Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana yang dipusatkan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya dan dilaksanakan secara virtual bersama Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman serta Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.
Turut hadir mendampingi di lokasi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu serta Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil.
Dalam arahannya, Wagub Sumut Surya menyebutkan bahwa rehabilitasi lahan sawah ini menjadi momentum penting dalam penguatan ketahanan pangan di Sumatera Utara.
Ia mengungkapkan, total lahan sawah terdampak bencana di Sumut mencapai 37.318 hektare, dengan rincian 22.274 hektare rusak ringan, 10.690 hektare rusak sedang, dan 4.354 hektare rusak berat.
Khusus di Kabupaten Tapanuli Tengah, kerusakan lahan sawah tercatat mencapai 3.205 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
“Kecamatan Tukka merupakan bagian penting dari sentra pertanian rakyat. Gangguan pada lahan sawah dan sistem irigasi telah menurunkan produktivitas serta pendapatan petani secara signifikan. Groundbreaking hari ini adalah wujud komitmen nyata untuk memulihkan kembali fungsi lahan dan irigasi,” ujar Surya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam proses rehabilitasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menjaga serta memanfaatkan hasil pembangunan.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah pusat bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan senilai total Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut mencakup pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kebutuhan pokok masyarakat.
Mentan juga menekankan agar pelaksanaan rehabilitasi lahan menggunakan skema padat karya guna memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat terdampak.
“Saudara-saudara kita yang memiliki sawah ikut bekerja dalam rehabilitasi, dan upahnya dibayar oleh pemerintah pusat. Kami ingin masyarakat memiliki lapangan kerja di tengah masa sulit ini,” tegas Amran.
Ia juga memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian untuk tetap berada di lapangan hingga proses pemulihan selesai.
Menurutnya, percepatan rehabilitasi menjadi kunci agar petani dapat segera kembali berproduksi.
“Saya tugaskan direktur dan tim untuk standby. Jangan pernah mengosongkan personel di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Proses ini harus dipercepat karena masyarakat membutuhkan bantuan segera,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi atas langkah sigap dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menilai rehabilitasi sektor pertanian memiliki dampak strategis terhadap stabilitas ekonomi daerah dan nasional.
“Apa yang dilakukan Kementerian Pertanian sangat signifikan bagi pemulihan lahan pertanian di Sumatera. Kita harapkan pemulihan ini berjalan cepat, khususnya di sektor pertanian, sehingga membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” kata Bima Arya.
Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya perbaikan besar-besaran infrastruktur pertanian, mulai dari rehabilitasi lahan sawah, perbaikan jaringan irigasi, penyediaan alat mesin pertanian seperti traktor roda empat dan rotavator, hingga pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak bencana. (Rel)
Editor : Editor Satu