Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

MinyaKita Langka di Medan, Pedagang Keluhkan Distribusi dan Ancaman Inflasi

Editor Satu • Rabu, 7 Januari 2026 | 08:30 WIB

Ilustrasi minyak goreng MinyaKita. Kelangkaan MinyaKita terjadi di sejumlah pasar tradisional Kota Medan sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026.
Ilustrasi minyak goreng MinyaKita. Kelangkaan MinyaKita terjadi di sejumlah pasar tradisional Kota Medan sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026.

MEDAN, METRODAILY – Ketersediaan minyak goreng subsidi pemerintah, MinyaKita, terpantau langka di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan.

Kelangkaan ini berlangsung sejak akhir 2025 hingga memasuki pekan pertama Januari 2026, dan memicu kekhawatiran akan terjadinya lonjakan harga yang berpotensi mendorong inflasi daerah.

Keluhan pedagang mulai bermunculan dari berbagai pasar. Mereka mengaku kesulitan memperoleh pasokan MinyaKita dari distributor, sementara permintaan konsumen justru tengah tinggi.

Baca Juga: Sebelum Mantap Cerai, Andhara Early Sempat Buka Peluang Rujuk

Kondisi tersebut dilaporkan terjadi hampir merata di sejumlah pasar besar di Kota Medan.

Seorang pedagang di salah satu pasar tradisional mengungkapkan, kelangkaan MinyaKita bukan pertama kali terjadi. Ia menilai distribusi minyak goreng subsidi tersebut kerap tidak konsisten dan hanya lancar pada momen tertentu.

“Awalnya saya pikir hanya di pasar ini saja yang kosong. Tapi setelah tanya kawan-kawan di pasar lain, ternyata stok MinyaKita memang tidak ada. Kami berharap pasokan itu ada setiap hari, jangan hanya saat hari besar agama atau kalau mau ada kunjungan pejabat saja baru stoknya melimpah,” keluhnya.

Baca Juga: Impian Terbesar Marshanda Terwujud: Tinggal Satu Atap dengan Putri Tercinta

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan, Suwarno, menegaskan pemerintah dan pihak terkait tidak boleh mengabaikan fluktuasi pasokan bahan pokok, khususnya minyak goreng subsidi.

Menurutnya, kelangkaan komoditas strategis seperti MinyaKita berpotensi memicu inflasi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat kecil.

“Kondisi kelangkaan ini harus segera diatasi secara sistematis. Jangan sampai ketiadaan barang di pasar memicu lonjakan inflasi di Medan. Kita harus ingat, pada September 2025 lalu, inflasi Kota Medan sempat mencapai 4,4 persen. Jangan sampai itu terulang hanya karena distribusi yang tersumbat,” tegas Suwarno saat ditemui di Medan, Selasa (6/1).

Baca Juga: Liburan ke Jepang, Via Vallen Umumkan Hamil Anak Kedua

Suwarno menekankan, ketersediaan MinyaKita bukan sekadar persoalan perdagangan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kebutuhan dasar masyarakat.

MAI Medan pun mendesak Satgas Pangan bersama dinas terkait untuk segera turun tangan memastikan pasokan MinyaKita kembali normal dalam waktu dekat. Transparansi distribusi dinilai penting agar keresahan warga tidak berkembang menjadi persoalan sosial ekonomi yang lebih luas. (map/ram/smg) 

Editor : Editor Satu
#MinyaKita