Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Harga Emas Jadi Biang Inflasi, 11 Kali Sumbang Kenaikan Harga Sepanjang 2025

Editor Satu • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:40 WIB
Emas batangan - Ilustrasi.
Emas batangan - Ilustrasi.

JAKARTA, METRODAILY – Lonjakan harga emas sepanjang 2025 tercatat memberi tekanan signifikan terhadap inflasi nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar dan muncul sebanyak 11 kali sebagai penyumbang inflasi bulanan selama 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan inflasi kumulatif hingga Desember 2025 atau year to date (ytd) mencapai 2,92 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding inflasi ytd Desember pada periode 2021–2024, kecuali tahun 2022.

“Secara umum selama Januari hingga Desember 2025, komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti lebih sering muncul sebagai penyumbang inflasi bulanan. Emas perhiasan memberikan andil inflasi tahunan terbesar pada 2025,” kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1).

Baca Juga: Awal Tahun, 62 Personel Polres Pematangsiantar Naik Pangkat

BPS mencatat, emas perhiasan tercatat sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang 2025. Tingginya frekuensi ini menunjukkan kuatnya pengaruh pergerakan harga emas terhadap inflasi nasional.

Lonjakan harga emas terjadi hampir sepanjang tahun lalu. Harga emas batangan Antam 24 karat berulang kali mencetak rekor baru seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Pada akhir 2025, harga emas Antam menembus level Rp2,5 juta per gram. Berdasarkan data penutupan perdagangan 31 Desember 2025, harga emas berada di posisi Rp2.501.000 per gram, melonjak tajam dibandingkan awal tahun yang tercatat Rp1.515.000 per gram pada 1 Januari 2025.

Baca Juga: Tertidur di Musala SPBU, Dua iPhone Pemudik Raib Digondol Maling

Kenaikan harga yang agresif tersebut membuat emas perhiasan kerap menjadi pemicu inflasi bulanan, terutama dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Meski demikian, Pudji menegaskan inflasi 2025 tetap dipengaruhi kombinasi berbagai faktor, baik dari komponen harga bergejolak maupun komponen inti. Namun, dominasi emas perhiasan menjadi salah satu karakter utama pergerakan inflasi sepanjang tahun lalu.

Dengan tren harga emas yang masih tinggi hingga akhir 2025, komoditas ini diperkirakan tetap menjadi perhatian dalam upaya menjaga stabilitas inflasi nasional ke depan. (dtc)

Editor : Editor Satu
#bps #emas batangan #pemicu inflasi