Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Laos Resmi Ekspor Durian ke China, Ancaman Baru bagi Indonesia di Pasar Tirai Bambu

Editor Satu • Senin, 22 Desember 2025 | 09:40 WIB

Buah durian segar di pasar Asia Tenggara kini semakin ketat bersaing menembus pasar China.
Buah durian segar di pasar Asia Tenggara kini semakin ketat bersaing menembus pasar China.

JAKARTA, METRODAILY — Peta persaingan durian Asia Tenggara di pasar China kembali berubah. Laos resmi mendapat izin mengekspor durian segar ke Negeri Tirai Bambu, menambah daftar negara yang berebut pangsa pasar terbesar dunia untuk komoditas buah eksotis tersebut.

Mengutip South China Morning Post (SCMP), Sabtu (20/12), Administrasi Umum Bea Cukai China mengumumkan Laos telah memperoleh persetujuan ekspor sejak Jumat (19/12).

Pengiriman durian segar dari Laos dapat dilakukan sepanjang memenuhi standar fitosanitari yang ditetapkan otoritas China.

Baca Juga: Kabur Bawa Motor Koperasi, Karyawan Ditangkap Polisi di Simalungun

Masuknya Laos dinilai berpotensi menjadi tantangan serius bagi negara-negara pengekspor durian lain di kawasan, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Negara tersebut diuntungkan oleh biaya tenaga kerja yang relatif murah serta hubungan politik yang kuat dengan Beijing.

Analis pertanian asal Malaysia, Lim Chin Khee, menilai keunggulan utama Laos terletak pada aspek logistik. Saat ini, Laos telah terhubung langsung dengan China melalui jalur kereta api yang menghubungkan Vientiane dengan Kunming di barat daya China.

“Perusahaan di Laos berpeluang menjaga harga durian tetap kompetitif berkat tanah dan tenaga kerja yang murah, ditambah jalur kereta api yang baru dibuka menuju China,” ujar Lim.

Baca Juga: Polres Simalungun Rayakan Natal, Tegaskan Komitmen Keamanan

Ia menambahkan, dari sisi kualitas, durian Laos diperkirakan tidak jauh berbeda dengan durian dari negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang selama ini mendominasi pasar China. Kesamaan pola curah hujan dinilai menghasilkan karakter rasa yang relatif serupa.

Berdasarkan data bea cukai China, total impor durian negara tersebut pada tahun lalu mencapai US$ 6,99 miliar atau setara Rp117,08 triliun. Sekitar 57 persen pasokan berasal dari Thailand, disusul Vietnam sebesar 38 persen.

Negara lain seperti Kamboja, Malaysia, Filipina, termasuk Indonesia, masih menyumbang volume yang lebih kecil.

Baca Juga: Aura Kasih Dikaitkan dengan Ridwan Kamil, Begini Respon Sang Artis

China dalam beberapa tahun terakhir menjadikan perdagangan durian sebagai instrumen untuk mempererat hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia Tenggara, strategi yang oleh sejumlah analis disebut sebagai “diplomasi durian”.

Kawasan Asia Tenggara semakin penting bagi China seiring memburuknya hubungan dagang dengan Amerika Serikat.

Indonesia sendiri baru mulai masuk ke pasar durian China secara langsung. Kabupaten Bogor belum lama ini mencatat ekspor perdana durian ke China sebanyak 48 ton, menandai babak baru bagi petani durian nasional untuk menembus pasar global.

Baca Juga: El Rumi dan Syifa Hadju Direncanakan Nikah Pertengahan 2026, Ini Kata Ahmad Dhani

Selama bertahun-tahun, petani durian lokal kerap terjebak pada pasar domestik yang terbatas. Saat panen raya, harga jatuh dan durian impor justru mendominasi pasar modern. Ekspor langsung ke China diharapkan dapat memotong mata rantai distribusi, meningkatkan harga jual di tingkat petani, dan menjaga stabilitas pendapatan. (dtc)

Editor : Editor Satu
#Durian Indonesia #ekspor durian