Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Empat Kelompok Petani Swadaya Raih Sertifikasi RSPO Lewat Program SMILE

Editor Satu • Rabu, 17 Desember 2025 | 20:28 WIB

 

Perwakilan empat kelompok petani swadaya menerima sertifikasi RSPO pada Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui program SMILE.
Perwakilan empat kelompok petani swadaya menerima sertifikasi RSPO pada Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui program SMILE.

KUALA LUMPUR, METRODAILY – Empat kelompok petani swadaya dari Sumatra Utara, Riau, dan Jambi resmi meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) melalui program kolaboratif SMILE (SMallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment).

Sertifikat tersebut diserahkan dalam Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Program SMILE merupakan kolaborasi Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation yang bertujuan memperkuat inklusi dan pemberdayaan petani swadaya dalam rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan.

Empat kelompok yang memperoleh sertifikasi adalah Perkumpulan Tani Maju Badang Sepakat, Perkumpulan Asosiasi Bentang Alam, Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit Wahyu Agung, dan Perkumpulan Berkah Mulia Tani.

Keempat kelompok tersebut mewakili 1.078 petani dengan total area tersertifikasi seluas 2.804 hektare.

Sertifikasi RSPO menjadi tonggak penting bagi petani swadaya karena membuka akses terhadap praktik budidaya berkelanjutan, keterlacakan rantai pasok, serta peluang memperoleh harga premium tandan buah segar.

Head of Sustainability Asian Agri, Ivan Novrizaldie, menegaskan keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi multipihak.

Asian Agri, kata dia, memberikan pendampingan langsung kepada petani melalui pelatihan praktik budidaya yang baik serta persiapan menuju sertifikasi keberlanjutan.

Proses menuju sertifikasi diakui tidak mudah. Keraguan petani pada tahap awal perlahan teratasi melalui edukasi berkelanjutan dan pembuktian manfaat jangka panjang.

“Awalnya banyak yang ragu, tetapi ketika manfaatnya mulai dirasakan, semakin banyak petani bergabung di fase berikutnya,” ujar Bambang Guntoro, Ketua Kelompok Tani Wahyu Agung.

Ketua Perkumpulan Berkah Mulia Tani, Eka Chandra, menyebut pencapaian ini sebagai hasil ketekunan menghadapi berbagai tantangan.

Menurutnya, dukungan program SMILE menjadi faktor kunci agar petani tetap konsisten memenuhi standar RSPO.

Head of Sustainability Apical, Tor Mooi See, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendorong penggunaan kredit RSPO dari petani swadaya bersertifikat sebagai bentuk dukungan jangka panjang.

Hal senada disampaikan Kao Corporation yang menilai kemitraan SMILE memperkuat fondasi sourcing bertanggung jawab dan keterlacakan rantai nilai.

Sejak diluncurkan pada 2020, SMILE telah menjangkau lebih dari 4.000 petani di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.

Hingga Oktober 2025, sebanyak 2.834 petani telah memperoleh sertifikasi RSPO. Program ini menargetkan pemberdayaan 5.000 petani swadaya hingga 2030.

Berlandaskan prinsip 5C—Good for Community, Country, Climate, Customer, and Company—SMILE dinilai menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan yang mendorong penguatan rantai pasok minyak sawit sekaligus mendukung tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Indonesia. (Rel)

 

Editor : Editor Satu
#apical #petani swadaya #sertifikasi rspo #asian agri