SIMALUNGUN, METRODAILY– Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Simalungun melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional Sidamanik dan Kilang Padi Intifada, Senin (15/12/2025) pagi.
Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sidak dipimpin Kanit Ekonomi Sat Reskrim Polres Simalungun Ipda Gagas Dewanta. Kegiatan ini melibatkan lintas instansi.
Antara lain Asisten Perekonomian Pemkab Simalungun, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar, Danramil Sidamanik, Kepala Bulog Pematangsiantar, Kabag Ekonomi Setdakab Simalungun, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kominfo, serta Camat Sidamanik.
Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manullang mengatakan sidak merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat menjelang Natal.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa merayakan Natal dengan tenang, tanpa kekhawatiran adanya lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok. Ini adalah bentuk pelayanan dan pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujar Herison.
Dari hasil pengecekan langsung ke pedagang, Sat Reskrim memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman dan harga relatif stabil. Ipda Gagas Dewanta menegaskan tidak ditemukan indikasi penimbunan maupun permainan harga.
“Alhamdulillah, stok sembako aman dan harga masih terkendali. Tidak ada indikasi penimbunan menjelang Natal,” katanya.
Adapun harga beras premium berkisar Rp14.200 hingga Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium SPHP Bulog Rp13.100 per kilogram.
Gula pasir dan gula merah masing-masing Rp18.000 per kilogram, sementara garam beryodium halus Rp10.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, daging sapi murni dijual Rp120.000 per kilogram, ayam potong Rp40.000 per kilogram, ayam kampung Rp68.000 per kilogram, telur ayam broiler Rp2.500 per butir, dan telur ayam kampung Rp3.000 per butir.
Harga cabai masih terpantau tinggi, yakni cabai rawit Rp56.000 per kilogram, cabai hijau Rp65.000 per kilogram, dan cabai merah Rp70.000 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun menjelaskan tingginya harga cabai dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi, bukan karena penimbunan.
Sementara itu, bawang merah dijual Rp36.000 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 per kilogram. Harga sayur-mayur relatif terjangkau, seperti bayam Rp3.000 per ikat, kangkung Rp5.000 per ikat, dan kol Rp6.000 per kilogram.
Minyak goreng curah Rp18.000 per kilogram, sedangkan MinyaKita Rp17.000 per liter.
AKP Herison Manullang menegaskan sidak akan terus dilakukan hingga perayaan Natal berlangsung.
“Kami akan terus memantau pasar-pasar tradisional lainnya. Jika ditemukan penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar, kami tidak akan ragu menindak tegas,” tegasnya.
Deputi KPw BI Pematangsiantar Yudha Wirawan mengapresiasi langkah cepat Polres Simalungun dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Bank Indonesia siap mendukung,” ujarnya.
Hingga sidak berakhir, situasi Pasar Tradisional Sidamanik terpantau aman dan kondusif, dengan para pedagang bersikap kooperatif. (Rel)
Editor : Editor Satu