Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mentan Pastikan Stok Beras Sumut Aman: 15 Ribu Ton Dikirim, Sawah Rusak Langsung Diperbaiki

Editor Satu • Rabu, 3 Desember 2025 | 20:06 WIB

 

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau Pergudangan Sarundik di Tapanuli Tengah, Rabu (3/12/2025).
Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau Pergudangan Sarundik di Tapanuli Tengah, Rabu (3/12/2025).

TAPTENG, METRODAILY — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras di Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat aman pascabencana banjir dan longsor akhir November lalu.

Pemerintah menyiapkan pasokan tiga kali lipat lebih banyak dari kebutuhan normal untuk menjamin tidak ada warga yang kekurangan pangan.

Kebutuhan beras di Sumut diperkirakan sekitar 5.000 ton. Namun, sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pertanian langsung menambah menjadi 15.000 ton dan mulai mengirimkannya secara bertahap.

“Kami tanda tangan dengan Gubernur, permintaannya 5.000 ton. Kami siapkan tiga kali lipatnya. Saudaraku sabar, pemerintah tidak akan biarkan satu orang pun kekurangan beras,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau Kompleks Pergudangan Sarundik, Jalan Sibolga–Padangsidimpuan, Tapteng, Rabu (3/12/2025).

Saat ini, 600 ton beras telah tiba di Pelabuhan Sibolga, disusul pengiriman tambahan sekitar 10.000 ton.

Amran berharap distribusi bisa dilakukan dalam satu tahap agar lebih cepat menjangkau wilayah terdampak.

“Sudah sandar 600 ton, dan kami akan kirim lagi 10.000 ton untuk cadangan. Kalau bisa satu kapal, satu tahap, karena masyarakat sudah sangat membutuhkan,” ujarnya.

Selain kebutuhan pangan, Kementan juga memperbaiki lahan pertanian rusak akibat bencana. Sekitar 40 hektare sawah akan ditata ulang dan ditanami kembali menggunakan bibit baru.

Untuk tanaman jagung, sekitar 604 hektare lahan rusak juga akan dikerjakan, dengan penyiapan bibit untuk 1.000 hektare.

“Kami beri waktu satu minggu untuk administrasinya. Setelah jelas patok tanahnya, kami langsung perbaiki. Alat berat kami siapkan dan bekerja sama dengan kontraktor lokal,” jelas Amran.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang mendampingi kunjungan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya membuka akses jalur utama distribusi yang masih tertimbun lumpur dan material longsor.

“Semuanya sedang memperbaiki jalur-jalur utama, baik yang menuju Tapteng maupun yang di dalam Tapteng. Jika masih ada tumpukan lumpur, itu yang akan diprioritaskan,” kata Bobby Nasution. (H15/DIS)

 

Editor : Editor Satu
#lahan pertanian #mentan amran #stok beras sumut #Banjir tapteng