SIANTAR, METRODAILY – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,56 persen pada November 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,6.
Pada pergerakan bulanan (month to month/m-to-m), Pematangsiantar justru mengalami deflasi 0,11 persen dibanding Oktober 2025. Sementara inflasi year to date (y-to-d) tercatat 4,08 persen.
BPS menyampaikan sejumlah komoditas penyumbang inflasi y-on-y pada November 2025, antara lain emas perhiasan, bayam, cabai merah, daging ayam ras, beras, ikan gembung/kembung, mie, sewa rumah, dan wortel.
Adapun komoditas yang memberi andil deflasi y-on-y meliputi tomat, pisang, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, pepaya, jeruk, ikan lele, alpukat, wafer, dan bawang merah.
Pada inflasi bulanan (m-to-m), sejumlah komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga adalah emas perhiasan, wortel, daging ayam ras, kangkung, andaliman, minyak goreng, sawi hijau, telur ayam ras, ikan kembung/gembung, bayam, dan ikan dencis.
Sementara komoditas penyumbang deflasi m-to-m yaitu cabai merah, tomat, jeruk, cabai hijau, bawang merah, kentang, labu siam/jipang, jengkol, ikan tongkol/ambu-ambu, dan kol putih/kubis.
BPS menegaskan bahwa dinamika harga pangan masih menjadi faktor utama pergerakan inflasi di Pematangsiantar menjelang akhir tahun. (Rel)
Editor : Editor Satu