JAKARTA, METRODAILY – Tren belanja online yang terus meningkat di Indonesia memicu lonjakan risiko penipuan digital dan phishing.
Menyikapi hal ini, J&T Express meluncurkan kampanye edukatif 3C: Cek, Curiga, Cancel, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bertransaksi dan menerima pengiriman barang.
Data Patroli Siber Kepolisian Republik Indonesia mencatat lebih dari 14.000 aduan penipuan online, termasuk modus yang mengatasnamakan perusahaan logistik.
Baca Juga: TPP ASN Pemkab Simalungun Bakal Dipotong Hingga 22,5 Persen pada 2026
Kampanye 3C J&T Express hadir sebagai upaya literasi digital dan tanggung jawab sosial perusahaan, membantu publik mengenali potensi penipuan khususnya di ranah pengiriman barang.
Menurut Herline Septia, Brand Manager J&T Express, kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap pesan, tautan, atau panggilan yang mengatasnamakan J&T Express.
"Perusahaan tidak pernah meminta data pribadi atau pembayaran di luar kanal resmi," tegasnya.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut, Hujan Lebat Berpotensi Pekan Ini
Kampanye 3C menekankan tiga langkah sederhana:
-
Cek – Periksa kebenaran informasi, tautan, atau pesan yang diterima.
-
Curiga – Waspada terhadap permintaan data pribadi atau transfer dana. J&T Express tidak meminta pembayaran via chat pribadi, serta selalu pastikan detail resi sesuai pesanan.
-
Cancel – Hentikan interaksi dan jangan klik link atau memberikan data jika curiga.
Herline menjelaskan, bentuk-bentuk phishing yang mengatasnamakan J&T Express antara lain:
-
Pesan palsu melalui WhatsApp atau SMS terkait pengiriman paket.
-
Website tiruan yang menipu korban untuk transaksi seolah resmi.
-
Permintaan biaya tambahan atau pengembalian dana via QR code yang justru menguras uang korban.
“Kami berharap masyarakat lebih cepat mengenali tanda penipuan digital dan turut menyebarkan informasi ini ke lingkungan sekitar,” tambah Herline.
J&T Express menegaskan bahwa keamanan pelanggan menjadi prioritas utama, sekaligus membangun kebiasaan digital yang lebih aman di masyarakat. (rel)
Editor : Editor Satu