Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Industri AMDK Indonesia Kini Jawara ASEAN & Jadi Motor Ekonomi Baru

Editor Satu • Selasa, 18 November 2025 | 13:42 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membuka Munas XI ASPADIN di Hotel Ciputra Jakarta Barat, Rabu (12/11/2025).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membuka Munas XI ASPADIN di Hotel Ciputra Jakarta Barat, Rabu (12/11/2025).
 
Munas ASPADIN XI Dibuka Menperin 

 

JAKARTA, METRODAILY— Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sektor strategis dalam pertumbuhan manufaktur Indonesia.

Hal ini ditegaskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI ASPADIN yang resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (12/11/2025) di Hotel Ciputra, Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Menteri Agus menyampaikan apresiasi atas peran ASPADIN sebagai wadah pelaku industri AMDK nasional dan mitra penting pemerintah dalam membangun industri yang sehat dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Polres Sibolga Tangkap Pengedar Sabu Asal Tapteng, Barang Bukti 8 Gram Disita

Menperin mengungkapkan capaian membanggakan sektor manufaktur nasional. Berdasarkan data World Bank 2024, Indonesia menempati peringkat pertama di ASEAN untuk Manufacturing Value Added (MVA) dengan nilai USD 265,07 miliar—lebih dari dua kali lipat Thailand yang berada di posisi kedua dengan USD 128,04 miliar.

Indonesia juga masuk dalam daftar tujuh negara berkembang utama dunia (Indonesia, Brasil, India, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia) dengan performa kuat dalam dua dimensi manufaktur:

  1. Pertumbuhan industri, dan

  2. Kontribusi terhadap PDB nasional.

Agus menekankan bahwa industri AMDK merupakan bagian penting dari sektor makanan dan minuman yang mencatat pertumbuhan positif mencapai 6,49 persen pada Triwulan II 2025.

Baca Juga: Kapal Nelayan Sibolga Patah As di Perairan Sipora, 5 Awak Terombang-ambing

“Semoga Munas ASPADIN XI berlangsung sukses dan ASPADIN semakin kokoh sebagai mitra pemerintah dalam membangun industri AMDK yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Kepala BPOM RI yang diwakili Deputi III Pengawasan Pangan Olahan, Elin Herlina, meminta ASPADIN untuk terus berada di garda terdepan dalam memastikan mutu dan keamanan produk AMDK.

Ia menegaskan pentingnya peran ASPADIN dalam kegiatan edukasi, sosialisasi, dan informasi kepada para anggotanya serta pemangku kepentingan lain.

ASPADIN Kini Memiliki 323 Anggota di 22 Provinsi

Ketua Umum ASPADIN 2022–2025, Rachmat Hidayat, dalam laporan Munas menyampaikan bahwa ASPADIN yang berdiri sejak 1991 kini beranggotakan 323 perusahaan, dengan 16 DPD yang mencakup 22 provinsi dari Aceh hingga Papua Barat.

Baca Juga: Bupati Tapteng Ultimatum Perusahaan Sawit: Plasma 20 Persen atau IUP & HGU Dicabut!

Munas XI, katanya, merupakan momentum penting untuk menetapkan arah kebijakan ASPADIN tiga tahun ke depan berdasarkan AD/ART organisasi.

“ASPADIN selalu menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat melalui industri AMDK yang maju dan berkembang,” ujarnya.

Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Dr. Atong Sukirman, yang hadir sebagai narasumber seminar pembukaan Munas, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi ekonomi nasional dan memastikan kebijakan yang kondusif bagi perkembangan industri.

Firman Sukirman Terpilih sebagai Ketua Umum Baru

Munas XI ASPADIN menetapkan Firman Sukirman sebagai Ketua Umum ASPADIN periode berikutnya. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan para anggota ASPADIN.

Firman menegaskan kembali komitmen ASPADIN untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan ekonomi nasional. (rel)

Editor : Editor Satu
#Industri AMDK galon #Munas ASPADIN