Harga Cabai & Bawang Meroket Akibat Cuaca, Pemda Diminta Tekan Inflasi
Editor Satu• Selasa, 18 November 2025 | 12:00 WIB
Wakil Gubernur Sumut Surya mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2025 secara daring.
Sumut Turunkan Inflasi dari 5,32% Jadi 4,97% Berkat Intervensi Agresif
MEDAN, METRODAILY — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan lonjakan harga sejumlah komoditas, terutama cabai merah dan bawang merah, disebabkan faktor cuaca ekstrem.
Karena itu, pemda diminta melakukan intervensi cepat untuk mencegah inflasi makin membesar.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara daring dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Senin (17/11).
Kemendagri juga mengapresiasi sejumlah pemda yang berhasil menurunkan inflasi year-on-year (y-o-y), salah satunya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan data, inflasi Oktober 2025 di Provinsi Sumut tercatat 4,97%, turun dari 5,32% pada bulan sebelumnya.
Wakil Gubernur Sumut, Surya, yang mengikuti rakor dari Ruang Sumut Smart Province, menjelaskan penurunan inflasi dicapai berkat serangkaian langkah strategis dan intervensi langsung terhadap komoditas pangan.
“Kami menugaskan BUMD mengelola pasokan strategis seperti cabai, bawang merah, dan beras. Ada 11 aksi cepat yang dilakukan, mulai subsidi pasar murah hingga intervensi rantai pasok,” ujarnya.
Operasi Pasar, SPHP, hingga Kiriman 50 Ton Cabai
Sejumlah langkah intervensi yang dilakukan Pemprov Sumut antara lain:
Subsidi operasi pasar murah
Sidak harga dan stabilisasi rantai pasok
Penyaluran beras SPHP oleh Bulog mencapai 34,90 juta kg, atau 38,84% dari target
Bantuan pangan 16,65 juta kg
Pembelian cabai merah lintas daerah dari Jember sebanyak 50 ton, dikirim dalam tiga tahap
Pasokan tersebut disalurkan ke Pasar Induk dan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura untuk menahan lonjakan harga.
Pemprov Sumut juga melakukan koordinasi distribusi minyak goreng menjelang Natal dan Tahun Baru, serta memantau perkembangan harga pakan ternak.
BPS: Banyak Daerah Sumut Turun IPH
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan sejumlah provinsi mencatat penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH), termasuk Sumut, yang turun 3,56%.
Penurunan IPH di Sumut terjadi di beberapa daerah, seperti:
Kabupaten Batubara
Tapanuli Tengah
Tapanuli Selatan
Tapanuli Utara
Padanglawas
Kota Tebing Tinggi
Secara nasional, 33 provinsi mengalami penurunan IPH pada minggu kedua November 2025. (rel)