SIANTAR, METRODAILY- Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Kementerian Koperasi dan UMKM Kementerian Koperasi Hendra Saragih memberikan kuliah umum di Universitas Simalungun (USI), Sabtu (15/11) di Auditorium Radjamin Poerba SH Kampus USI, Jalan Sisingamangaraja, Kota Siantar.
Perkoperasian Indonesia memasuki babak baru yang semakin strategis setelah diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kebijakan ini menandai tekad Pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan dan instrumen pemerataan pembangunan di tingkat akar rumput.Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), KDKMP dirancang untuk memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan ekonomi lokal,dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: 150 Pelari Ramaikan FE Art Fast VI Fun Run di USI
Namun keberhasilan gerakan koperasi tidak hanya bergantung pada desa dan kelurahan, tetapi juga pada keterlibatan generasi muda dan kalangan kampus sebagai agen pembaru dan motor penggerak inovasi.
Atas konteks tersebut Kementerian Koperasi (Kemenko) menggandeng Kampus Universitas Simalungun (USI) menggelar Kuliah Umum Perkoperasian bertemakan "Koperasi Merah Putih : Peran dan partisipasi mahasiswa dalam revitalisasi gerakan koperasi di era digital".
Rektor USI Dr Sarintan E Damanik membuka kegiatan kuliah umum dan melakukan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara USI dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop).
Rektor USI, Dr Sarintan Damanik dalam kata sambutannya menyampaikan, sebagai civitas akademik USI merasa bangga ikut andil serta dalam program Kementerian Koperasi Indonesia
Kuliah umum perkoperasian Koperasi Merah Putih, bertujuan untuk merangsang generasi muda di dunia digitalisasi agar ikut mensukseskan program pemerintah menjalankan Koperasi Merah Putih dengan ikut sebagai anggota koperasi.
"Mari kita sukses kan program Pemerintah sehingga Koperasi Merah Putih berjalan dengan baik," ajak Sarintan.
Sementara Deputi Hendra Saragih mengatakan kegiatan kuliah umum tersebut didasari mengingat evoria Koperasi Merah Putih sedang aktif di seluruh Indonesia sehingga USI diharapkan menjadi kampus inkubator untuk melakukan pendampingan terhadap koperasi khususnya yang ada di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun.
"Para mahasiswa dan dosen bisa menjadi pendamping sehingga koperasi bisa bergerak dan berjalan dengan baik," kata Hendra.
Ia menambahkan mahasiswa sebagai cendikiawan diharapkan dapat memperoleh materi materi perkoperasian secara utuh melalui kegiatan ini karena banyak juga pemahaman koperasi yang tidak benar seperti pola pola dijalankan rentenir, hanya pikirkan keuntungan pengurusnya saja dan merugikan anggotanya saja.
"Dengan kami memberikan edukasi pemahaman koperasi para mahasiswa dapat memberikan pemahaman dan pembelajaran tentang perkoperasian yang sebenarnya kepada masyarakat Kota Sianțar dan Kabupaten Simalungun," katanya.
"Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk membuat koperasi apalagi sudah banyak kampus yang memiliki koperasi mahasiswa karena banyak banyak sekali manfaat yang akan didapatkan mahasiswa seperti tidak lagi memikirkan biaya uang wisuda," sambungnya.
Hendra menegaskan terkait MoU dengan Kampus USI diharapkan dapat sebagai wadah kolaborasi seperti pertukaran data, pendampingan tata kelola koperasi, revitalisasi, dan program program lain menyangkut koperasi. (ros)
Editor : Metro-Esa