MEDAN, METRODAILY – Sebanyak 80 UMKM siap saji dari berbagai daerah di Sumatera Utara meramaikan Jelajah Kuliner Indonesia (JKI) 2025 di Lapangan Benteng Medan, 14–16 November 2025.
Pemerintah bersama BUMN menegaskan komitmennya mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar digital.
Acara yang dibuka Jumat (14/11/2025) sore ini merupakan kolaborasi BRI, MIND ID, Perkebunan Nusantara, KAI, dan Badan Pengaturan BUMN.
JKI menghadirkan ragam kuliner, cooking class, talkshow, hingga hiburan yang dirancang menarik minat pengunjung sekaligus memperluas pasar UMKM lokal.
BUMN Tekankan Keberpihakan ke UMKM
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, menegaskan BUMN memiliki peran besar dalam memperkuat daya saing UMKM.
“BUMN sangat dekat dengan UMKM. Keberpihakannya nyata,” tegasnya.
Ia menjelaskan dukungan BUMN terhadap UMKM mencakup tiga program besar:
- Peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan, pendampingan Rumah BUMN, dan program inkubasi.
- Akses pembiayaan melalui dana bergulir, KUR, serta pembiayaan komersial.
- Perluasan akses pasar, termasuk lewat festival dan platform digital.
Menurutnya, nilai belanja BUMN ke UMKM saat ini mencapai Rp 46,6 triliun atau 5,08%. Namun angka ini masih jauh dari negara maju yang mencapai 20–35%.
“Ini peluang besar. Jika porsi belanja BUMN naik, permintaan UMKM juga meningkat tajam,” jelas Loto.
Digitalisasi: Pembeli Tetap Bisa Order Setelah Event
Loto menyoroti digitalisasi sebagai strategi utama, terutama melalui platform PaDi UMKM yang menghubungkan pelaku UMKM dengan buyer BUMN.
“Selain dikenal lewat bazar, produk UMKM tetap bisa dipesan setelah acara melalui PaDi UMKM. Di satu platform, pembeli bisa melihat seluruh UMKM,” jelasnya.
Registrasi PaDi UMKM menjadi syarat bagi peserta JKI agar transaksi berkelanjutan dapat berlangsung secara daring.
Dalam JKI Medan, hadir pula outlet Sarinah yang kini berfokus mempromosikan produk UMKM premium.
“Harapannya semakin banyak produk UMKM terserap, terutama yang masuk rantai pasok BUMN,” ujar Loto.
BRI: Bangun Ekosistem UMKM yang Tumbuh Bersama
Regional CEO BRI Medan, John Sarjono, menyebut JKI bukan sekadar festival kuliner, tetapi momentum memperluas ekosistem ekonomi lokal.
“Ini ruang penting menonjolkan potensi UMKM, membangun koneksi, dan membangun kompetisi yang sehat agar UMKM tumbuh bersama,” ucapnya.
BRI membawa 30 UMKM dari Rumah UMKM untuk tampil dalam acara selama tiga hari ini.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Yudha Pratiwi menilai JKI dapat menjadi arena strategis untuk memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi daerah.
Sementara itu, Pemkot Medan yang diwakili Citra Efendi mengapresiasi dukungan BUMN yang dinilai konsisten hadir membina UMKM, mulai dari kapasitas hingga pemasaran.
Kuliner, Edukasi, dan Jejaring dalam Satu Panggung
Selain 80 stan kuliner, JKI juga menghadirkan:
- cooking class,
- sesi edukasi bisnis,
- talkshow UMKM,
- stand-up comedy,
- dan hiburan keluarga.
BUMN berharap acara ini menjadi agenda tahunan untuk mendorong UMKM masuk rantai pasok nasional dan memacu lahirnya pelaku usaha berstandar premium.
“Kemajuan UMKM berkaitan langsung dengan kemajuan BUMN. Karena itu kami pastikan UMKM terus mendapat ruang untuk naik kelas,” tutup Loto. (Mea)