Cicilan Mulai Rp1 Juta per Bulan
SIANTAR, METRODAILY – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menggandeng Bank Sumut untuk mempercepat realisasi program rumah bersubsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah pusat melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, melalui Plt Asisten Administrasi Umum Rosion Julietta Hutauruk, menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni menjadi salah satu prioritas utama Pemko sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ASN dan masyarakat.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Hakim PN Medan, Polisi Periksa 39 Saksi, CCTV Diduga Tak Berfungsi
“Rumah adalah kebutuhan dasar yang sama pentingnya dengan pangan dan sandang. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami mempercepat sosialisasi agar ASN dan masyarakat memiliki akses terhadap hunian yang terjangkau,” ujar Rosion, Kamis (13/11).
Berdasarkan data BKPSDM Kota Pematangsiantar, tercatat sekitar 800 ASN belum memiliki rumah. Untuk itu, Pemko akan memfasilitasi proses sosialisasi dan pendampingan bersama Bank Sumut serta asosiasi pengembang agar para ASN dan MBR bisa memperoleh rumah dengan pembiayaan ringan.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Koordinator Bank Sumut Pematangsiantar Subhan Pardosi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemko yang menjadikan Bank Sumut mitra utama pembiayaan rumah subsidi.
Baca Juga: Bandar dan Pengedar Ganja Antar Desa di Palas Diciduk Polisi
“Program ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial. Sebagai bank daerah, kami berkomitmen mendukung kesejahteraan ASN dan masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Subhan.
Bank Sumut menargetkan pembiayaan 1.330 unit rumah subsidi di wilayah Pematangsiantar. Dari jumlah tersebut, sekitar 600–700 unit telah terjual, sementara sisanya masih tersedia bagi masyarakat yang memenuhi kriteria FLPP.
Dengan harga mulai Rp166 juta, suku bunga tetap 5 persen, tenor hingga 20 tahun, dan cicilan mulai Rp1 juta per bulan, program ini menjadi salah satu skema pembiayaan rumah paling terjangkau di Sumatera Utara. Calon pembeli cukup menyiapkan uang muka 1 persen atau sekitar Rp1,6 juta untuk memiliki rumah layak huni.
Baca Juga: Pensiunan Polisi Cekcok dengan Anggota di Polres Psp, Begini Akhirnya
Subhan menegaskan, setiap proses pembiayaan dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik dan mitigasi risiko ketat. Pemohon rumah bersubsidi wajib merupakan WNI berusia 21–60 tahun, belum memiliki rumah, memiliki NIK dan NPWP, serta rekam jejak kredit yang sehat.
“Kami ingin program ini tepat sasaran, membantu mereka yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan,” tambahnya.
Program rumah subsidi di Pematangsiantar juga menjadi bagian dari inisiatif besar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah Gubernur Bobby Nasution, yang menargetkan pembangunan 20.000 unit rumah bersubsidi bagi MBR di seluruh wilayah Sumut.
Baca Juga: 25 Perawat Tapsel Dilatih Tangani Kegawatdaruratan Lewat BTCLS
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang, Bank Sumut optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
“Rumah layak huni adalah fondasi kesejahteraan keluarga. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekonomi rakyat,” tutup Subhan. (rel/sya)
Editor : Editor Satu