Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ratusan Pelaku UMKM di Siantar Terima KUR di Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025

Editor Satu • Kamis, 6 November 2025 | 16:01 WIB

 

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi serahkan KUR kepada pelaku UMKM di Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025 untuk dorong ekonomi inklusif.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi serahkan KUR kepada pelaku UMKM di Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025 untuk dorong ekonomi inklusif.

Wali Kota Wesly Silalahi Dorong Akses Keuangan untuk Semua Lapisan Masyarakat

SIANTAR, METRODAILY – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Liswati Wesly Silalahi menyerahkan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Selasa (4/11/2025) di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar.

KUR tersebut disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Sumut, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam memperluas akses ekonomi.

Dalam sambutannya, Wesly menyebutkan bahwa Bulan Inklusi Keuangan seharusnya digelar setiap Oktober, namun kali ini dilaksanakan awal November karena penyesuaian agenda.

Ia menegaskan pentingnya akses keuangan sebagai hak dasar masyarakat yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Akses keuangan memungkinkan masyarakat mengelola keuangan, memiliki rekening, dan menikmati layanan seperti asuransi, pembiayaan, pensiun, hingga investasi,” kata Wesly.

Wesly menekankan bahwa Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan gerakan nasional untuk memperluas jangkauan layanan keuangan formal dan mendorong masyarakat agar lebih berdaya, mandiri, serta terlindung secara finansial.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rekening bank atau masih terjerat pinjaman ilegal.

Melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pemerintah berupaya menghapus kesenjangan tersebut lewat sejumlah program, seperti:

“Perayaan ini bukan hanya kampanye edukasi, tapi momentum agar masyarakat lebih inklusif secara ekonomi,” tegasnya.

Wesly berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan masyarakat, khususnya pelaku usaha, mahasiswa, dan organisasi wanita, agar mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 91 persen pada 2025 dan 98 persen pada 2045, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Pematangsiantar, Sari Dewi Rizkiyani Damanik, menyampaikan bahwa inklusi keuangan termasuk dalam 45 indikator utama pembangunan daerah.

Menurutnya, pencapaian target tersebut akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah yang ditargetkan mencapai 8 persen dalam RPJMN 2025–2029.

Sari menuturkan, realisasi program TPAKD di Pematangsiantar telah menunjukkan hasil positif, antara lain:

Acara yang diikuti 112 peserta dari kalangan mahasiswa, TP PKK, IPEMI, BKMT, Persit, dan Bhayangkari ini juga dirangkai dengan penyerahan santunan kematian dan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta penerima manfaat. (Rel/leo)

Editor : Editor Satu
#Bulan Inklusi Keuangan #Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi #pelaku umkm