Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Empowering Indonesia Report 2025: AI Berdaulat Dongkrak Ekonomi RI hingga USD140 Miliar

Editor Satu • Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:20 WIB

 

Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dan Manoj Menon, CEO Twimbit, berpose usai peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 bertema Building Bridges of Tomorrow di Jakarta.
Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dan Manoj Menon, CEO Twimbit, berpose usai peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 bertema Building Bridges of Tomorrow di Jakarta.

JAKARTA, METRODAILY - Kecerdasan artifisial (AI) kini bukan sekadar teknologi masa depan, melainkan fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam Empowering Indonesia Report 2025: “Building Bridges of Tomorrow”, hasil kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan lembaga riset Twimbit, disebutkan bahwa AI berdaulat (sovereign AI) berpotensi menambah hingga USD140 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2030, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 6,8%.

Laporan tersebut memperkirakan, dengan penerapan strategis, Indonesia dapat mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada 2041, bahkan lebih cepat — pada 2038 — sesuai target visi Asta Cita dan Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Tambang Emas Martabe Borong Dua Penghargaan Subroto 2025: Inovasi dan Kontribusi Fiskal

Empowering Indonesia Report 2025 menyoroti lima pilar utama kedaulatan AI, yakni:

  1. Infrastruktur digital andal dan merata

  2. Tenaga kerja AI berkelanjutan dan adaptif

  3. Industri AI inovatif dan kompetitif

  4. Riset dan pengembangan unggul

  5. Regulasi dan etika yang kokoh

Jika diterapkan secara menyeluruh, AI berdaulat akan memperkuat sektor-sektor produktif Indonesia. Produktivitas diproyeksikan naik 18% di sektor jasa, 15–20% di manufaktur, dan 5–8% di pertanian, menjadikan AI sebagai motor utama daya saing nasional di era digital global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menegaskan bahwa kedaulatan AI bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan simbol kemandirian bangsa.

Baca Juga: Pemkab Labusel dan BPJS Ketenagakerjaan Komit Capai UCJ Tahun 2025

“AI bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kemandirian bangsa. Kedaulatan AI berarti membangun teknologi yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, menjamin etika dan keamanan, serta memastikan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Nezar dalam peluncuran laporan tersebut di Jakarta.

Investasi USD3,2 Miliar Diperlukan

Laporan ini mencatat bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar USD3,2 miliar hingga 2030 untuk membangun infrastruktur komputasi nasional yang memadai.

Saat ini, kapasitas AI data center Indonesia baru mencapai kurang dari 1% pangsa global, menunjukkan perlunya percepatan pembangunan pusat data berbasis energi hijau dan jaringan 5G berkecepatan tinggi.

Selain itu, laporan ini juga menyoroti kebutuhan pengembangan 400 ribu talenta AI dalam lima tahun ke depan, dengan investasi pendidikan dan pelatihan senilai USD968 juta untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang digital.

Baca Juga: Petugas Gabungan Razia Dini Hari Rutan Taput, Temukan Barang Terlarang

Indonesia kini memiliki 364 startup AI dengan total pendanaan mencapai USD1,08 miliar. Salah satu tonggak pentingnya adalah peluncuran Sahabat-AI V2, Large Language Model (LLM) berparameter 70 miliar, yang mendukung bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

Langkah ini menandai pergeseran posisi Indonesia dari sekadar pengguna menjadi pembentuk teknologi AI global.

“Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin di era AI berdaulat. Dengan fondasi digital yang kuat dan ekosistem inklusif, Indonesia bisa menjadi pusat pertumbuhan AI di Asia,” ujar Manoj Menon, Founder dan CEO Twimbit.

Indosat: AI Berdaulat

Dalam kesempatan yang sama, Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen perusahaan untuk mempercepat transformasi digital nasional melalui AI berdaulat.

Baca Juga: Gerindra & NasDem Bedah R-APBD 2026 Tapteng, Pastikan Sejalan dengan Arah Cita Presiden

“Kedaulatan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun masa depan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri. Kami berkomitmen menghadirkan konektivitas inklusif dan solusi AI beretika untuk memberdayakan setiap lapisan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Indosat berperan sebagai mitra strategis bangsa dalam memperkuat ekosistem digital nasional yang berdaya saing dan berdaulat.

Empowering Indonesia Report 2025 menutup dengan seruan tindakan lintas sektor — pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat — untuk bersama memperkuat ekosistem AI beretika dan mandiri.

Dengan infrastruktur kuat, talenta unggul, dan regulasi yang jelas, Indonesia diyakini siap bertransformasi dari pengguna teknologi menjadi arsitek peradaban digital yang berdaulat, menuju Indonesia Emas 2045. (rel)

Editor : Editor Satu
#Empowering Indonesia Report 2025 #Indosat Ooredoo Hutchison #Indonesia Emas 2045 #ai