JAKARTA, METRODAILY – PT TASPEN (Persero) mengimbau seluruh peserta, khususnya pensiunan ASN dan pejabat negara, untuk waspada terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN.
Peringatan ini disampaikan setelah meningkatnya laporan peserta yang menjadi korban penipuan melalui pesan instan, telepon, hingga surat elektronik.
Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto, menegaskan bahwa pelaku kejahatan digital kerap menyasar pensiunan yang rentan terhadap aktivitas layanan berbasis teknologi.
Baca Juga: Guru SD di Nunukan Dilaporkan, Kapolres Tegaskan: Tidak Ada Kriminalisasi!
“Peserta, terutama para pensiunan, sangat rentan terhadap praktik penipuan digital. TASPEN memperkuat keamanan sistem dan edukasi digital untuk melindungi peserta,” ujar Rony.
TASPEN mencatat sedikitnya lima modus penipuan yang sering digunakan pelaku, yakni:
-
Hoaks penyaluran pensiun hanya lewat Kantor Pos
Faktanya, TASPEN bekerja sama dengan 44 mitra bayar (43 bank dan 1 Kantor Pos), bukan hanya satu saluran layanan. -
Modus verifikasi dan pembaruan data
Pelaku mengirim tautan palsu untuk mencuri NIK, NIP, nomor rekening, PIN, hingga OTP. -
Janji kenaikan pensiun atau bonus dividen
Korban diarahkan klik tautan sebelum akhirnya rekening dibobol. -
Surat tugas dan edaran palsu
Dokumen dibuat mirip surat resmi TASPEN untuk menipu peserta. -
Modus pengembalian dana
TASPEN menegaskan tidak pernah meminta pengembalian dana dalam bentuk apa pun.
Baca Juga: Larang Warga Binaan Menikah, Kepala Panti Sosial Dikecam Keras
Sebagai langkah perlindungan, TASPEN mengajak peserta memegang prinsip “Tahan – Pastikan – Laporkan”:
-
Tahan diri, jangan terburu-buru klik tautan atau kirim data
-
Pastikan informasi melalui kanal resmi TASPEN
-
Laporkan jika menemukan indikasi penipuan
Kanal Resmi TASPEN:
-
Website: www.taspen.co.id
-
Call Center: 1500 919
-
Email: tanya.taspen@taspen.co.id
-
Media Sosial: @taspen
TASPEN memastikan seluruh layanan gratis, aman, dan tanpa pungutan biaya, sejalan dengan transformasi digital BUMN dan komitmen menuju Indonesia Emas 2045. (rel)
Editor : Editor Satu