Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Produktivitas Padi Tapteng Terendah ke-30 di Sumut, BI Sibolga Jadikan Gamagora 7 sebagai Pilot Project

Editor Satu • Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:50 WIB

 

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Wabup Mahmud Efendi Lubis, dan KPw BI Sibolga Riza Putera saat penanaman perdana padi varietas Gamagora 7 di Kecamatan Sorkam.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Wabup Mahmud Efendi Lubis, dan KPw BI Sibolga Riza Putera saat penanaman perdana padi varietas Gamagora 7 di Kecamatan Sorkam.

TAPTENG., METRODAILY – Produktivitas padi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih berada di urutan ke-30 dari 34 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Kondisi ini mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga turun tangan dengan menjadikan varietas padi Gamagora 7 sebagai pilot project peningkatan hasil panen di daerah tersebut.

Langkah itu diawali dengan penanaman perdana varietas Gajah Mada Gogo Rancah Tujuh (Gamagora 7) di Kecamatan Sorkam, Kamis (16/10) lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis, Kepala Dinas Pertanian Jinto Siburian, sejumlah OPD, camat, kepala desa, kelompok tani, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Baca Juga: 15 Orang Terjaring Razia Maksiat di Tanjungbalai, Satpol PP Grebek Kos & Penginapan

Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera mengatakan, berdasarkan data BPS Tahun 2024, Tapteng memiliki luas areal tanam padi sekitar 12.000 hektare dan berada di urutan ke-13 di Sumut.

Namun produktivitasnya masih sangat rendah, yakni hanya 3,95 ton/hektare, jauh di bawah rata-rata Sumut yang mencapai 5,25 ton/hektare.

“Dengan produktivitas yang rendah, margin keuntungan petani pun sangat kecil. Jika harga gabah Rp6.500/kg, profit petani hanya sekitar Rp6 juta per hektare dalam empat bulan,” jelas Riza.

Baca Juga: Layanan Makin Cepat dan Mudah, BPJS Ketenagakerjaan Batubara Hadir di Mal Pelayanan Publik

Menurut BI, varietas Gamagora 7 berpotensi meningkatkan hasil panen hingga lebih dari 50 persen. Karena itu, BI Sibolga dan Pemkab Tapteng menjadikannya proyek percontohan di lahan awal seluas 2 hektare di Sorkam Barat.

“Kami berkomitmen mendukung ketahanan pangan, pengendalian inflasi, sekaligus peningkatan pendapatan petani,” ujar Riza.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengapresiasi dukungan BI dan menyebut Gamagora 7 sebagai peluang strategis untuk perubahan ekonomi daerah.

Baca Juga: Pegawai Terseret Korupsi KUR, Pinca BRI Tanjungbalai Serahkan ke Kejari 

“Jika varietas ini mampu menghasilkan 10 ton per hektare, maka kesejahteraan petani akan ikut terdongkrak. Masa depan ekonomi Tapteng bertumpu pada sektor pertanian dan perikanan, dan tidak boleh lagi dikerjakan setengah-setengah,” tegasnya. (rel/rb)

Editor : Editor Satu
#varietas padi Gamagora 7 #BI Sibolga