TAPUT, METRODAILY – Kelangkaan dan tingginya harga pupuk subsidi di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Utara (Taput) membuat petani semakin terjepit.
Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Manaek Hutasoit, mendesak pemerintah segera turun tangan menuntaskan masalah yang dinilai sudah sangat meresahkan.
Menurut Manaek, harga pupuk phonska di sejumlah titik sudah jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET). Ia mengungkapkan, harga satu sak pupuk di Desa Gunung Marijo, Kecamatan Pinangsori, Tapteng, telah mencapai Rp180.000.
Sementara di Desa Sibandang dan Papande, Taput, harganya berada di kisaran Rp155.000 per sak.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Simalungun, Rumah Tetangga Ikut Hangus
“Ini jelas memberatkan petani dan dapat menurunkan produktivitas pertanian. Pemerintah harus segera bertindak,” ujar Manaek, Sabtu (18/10/2025).
Ia juga menaruh kecurigaan adanya permainan kios dan distributor yang diduga menjual pupuk di luar alokasi resmi untuk meraup keuntungan lebih besar.
“Banyak masyarakat menduga pupuk subsidi dialihkan ke daerah lain. Jika benar, ini jelas merugikan petani lokal dan harus diusut,” tegasnya.
Manaek mengingatkan, bila situasi ini dibiarkan, ancaman gagal panen dan turunnya minat bertani bisa menjadi kenyataan. Ia mendorong pengawasan distribusi diperketat melalui RDKK dan, bila perlu, melibatkan aparat penegak hukum.
Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Jalinsum, Truk Hantam Toyota Rush hingga Masuk Parit
“Ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi menyangkut hajat hidup petani. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten harus bergerak cepat,” tegasnya. (net)
Editor : Editor Satu