Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sumut Dapat Tambahan 5.000 Rumah Subsidi, Gubsu Bobby: Optimistis Tercapai

Editor Satu • Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:05 WIB
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Anggota DPR RI Musa Rajekshah mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Sosialisasi Kredit.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Anggota DPR RI Musa Rajekshah mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Sosialisasi Kredit.

MEDAN, METRODAILY – Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Pemerintah Pusat menambah kuota 5.000 unit rumah subsidi untuk Sumut tahun ini melalui Program Tiga Juta Rumah Presiden RI Prabowo.

Dengan tambahan tersebut, total kuota rumah subsidi di Sumut tahun 2025 naik menjadi 20.000 unit, dari sebelumnya 15.000 unit.

Tambahan kuota itu disetujui langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait setelah menerima usulan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.

Baca Juga: Polres Tanjungbalai Bekuk Pengedar Sabu di Asahan, Barang Bukti Hampir 5 Gram

Awalnya, usulan peningkatan kuota diajukan untuk tahun depan, namun Maruarar memutuskan merealisasikannya mulai tahun ini.

Keputusan tersebut disampaikan pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Centre, Jalan Adam Malik, Medan, Kamis (9/10/2025).

“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang langsung menambah kuota 5.000 unit tahun ini. Developer, kontraktor, hingga pemasok bahan bangunan semua siap, jadi kita harus optimistis target ini bisa tercapai,” ujar Bobby Nasution usai acara.

Baca Juga: Kementan Dukung Pengembangan 1.000 Hektare Kopi dan Kakao di Samosir

Menurut Bobby, tingkat backlog perumahan di Sumut masih cukup tinggi, mencapai 938.217 rumah tangga. Karena itu, tambahan kuota ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pemenuhan hunian layak bagi masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah, belum lagi yang belum layak huni. Jadi kita harus kejar agar masyarakat kita bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar target pembangunan tercapai tepat waktu.

“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Ini tinggal tiga bulan lagi, jadi harus kompak. Pak Gubernur bantu soal perizinan, bank bantu pendanaan, semua bergerak,” tegas Maruarar.

Baca Juga: Wamenkes Pastikan Dukung RS Rujukan di Taput, Alkes dari Kemenkes

Ia menambahkan, Program Tiga Juta Rumah tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui terbentuknya ekosistem pembangunan perumahan yang kuat.

“Program ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas: ada penjual material, kontraktor, developer, hingga perbankan. Seperti sekarang, Bank BRI mempermudah UMKM konstruksi mengakses pendanaan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai sektor perumahan memiliki efek ganda yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Program Tiga Juta Rumah diperkirakan berkontribusi sekitar 2% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, melibatkan berbagai sektor — pemerintah daerah, swasta, hingga masyarakat,” ujar Tito.

Baca Juga: Pemprov Sumut Baru Salurkan 32 Persen DBH ke Medan, DPRD: Segera Tuntaskan

Turut hadir Anggota DPR RI Musa Rajekshah, CEO BRI Group Hery Gunadi, unsur Forkopimda Sumut, serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut, pengembang perumahan, kontraktor, pemasok bahan bangunan, dan pelaku UMKM sektor konstruksi.
(H15/Di)

Editor : Editor Satu
#rumah subsidi #Gubsu Bobby Nasution