Regional Head Sumatra Utara Asian Agri, Herman Sembiring, mengatakan bantuan ini merupakan wujud komitmen keberlanjutan perusahaan sesuai visi Program Asian Agri 2030, khususnya pilar Pertumbuhan Inklusif.
“Pendidikan adalah investasi mulia. Bantuan ini bukan sekadar barang, tapi dorongan agar anak-anak lebih bersemangat menatap masa depan. Kami berharap langkah kecil ini dapat menjadi awal peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: HUT ke-80 TNI di Medan Meriah, Bobby Nasution: TNI Garda Terdepan Jaga NKRI
Dalam kesempatan tersebut, Asian Agri menyalurkan 32 paket bantuan pendidikan melalui program Bag-To-School kepada siswa di Desa Pangkatan dan Desa Sennah.
Rinciannya:
-
14 paket untuk siswa SD,
-
10 paket untuk siswa SMP,
-
8 paket untuk siswa SMA.
Paket berisi tas sekolah, perlengkapan alat tulis, seragam, dan sepatu. Tahun ini, total 265 paket bantuan pendidikan akan disalurkan Asian Agri di lima desa di Sumatra Utara.
Dukungan untuk UMKM
Selain pendidikan, Asian Agri juga mendorong pengembangan UMKM desa melalui sosialisasi pemetaan potensi usaha dan strategi bisnis.
Dukungan kemudian diperkuat dengan penyediaan peralatan, antara lain: mixer dan oven untuk usaha kue, mesin penggiling bumbu, blender, dan mesin pengering makanan untuk produksi minuman jahe merah instan.
Baca Juga: Dua Proyek di Desa Pea Bumbung Diduga Bermasalah, APH Diminta Turun Tangan
Camat Pangkatan, Datar Sirait, mengapresiasi dukungan Asian Agri. “Bantuan ini meringankan beban orang tua sekaligus mendukung program wajib belajar 13 tahun. Selain itu, pemberdayaan UMKM membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Asian Agri menyebut, program ini adalah langkah berkelanjutan untuk memperkuat pendidikan dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (rel)