Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kulit Kopi Disulap Jadi Teh Herbal, Petani Samosir Raih Inovasi dari Dosen Unimed

Editor Satu • Rabu, 24 September 2025 | 13:31 WIB
Petani Samosir mendapat pelatihan mengolah kulit kopi (cascara) jadi teh herbal dari tim dosen Unimed dan Universitas Cuk Nyak Dhien.
Petani Samosir mendapat pelatihan mengolah kulit kopi (cascara) jadi teh herbal dari tim dosen Unimed dan Universitas Cuk Nyak Dhien.

SAMOSIR, METRODAILY – Petani kopi di Kabupaten Samosir kini punya peluang usaha baru. Limbah kulit kopi (cascara) yang biasanya dibuang atau dijadikan kompos, kini bisa diolah menjadi teh herbal bernilai jual tinggi.

Inovasi ini lahir dari program pemberdayaan masyarakat yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir bersama tim dosen dari Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Cuk Nyak Dhien, Sabtu (13/9/2025) di Aula Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir.

Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek.

Tim pengabdian masyarakat diketuai oleh Dr. Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., Apt., M.Si. (Unimed) dengan anggota Dr. Apt. Eva Sartika Dasopang, M.Si. (Universitas Cuk Nyak Dhien) dan Dr. Fitrawaty, M.Si. (Unimed). Mahasiswa juga ikut terjun langsung, antara lain Cyndi Clodia, Dinda Syahfitri, Dhifa Umairoh Putri, dan Marisca Aginta Bangun.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir, Dr. Tumiur Gultom, MP, serta dihadiri Kabid Perkebunan Freddy Marbun, Ketua Kelompok Tani Marulam Sinaga, dan petani kopi Desa Parbaba Dolok.

“Kulit kopi sering dianggap sampah, padahal bisa dijadikan produk herbal yang menyehatkan sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” ujar Tumiur.

Peluang Pasar Digital

Dr. Endang Sulistyarini menegaskan, cascara punya potensi pasar luas, termasuk melalui platform digital.

“Kami berkomitmen mendampingi masyarakat sampai produk ini siap edar dan memenuhi standar mutu,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, tim pengabdian menyerahkan peralatan produksi seperti food dehydrator, cooper, dan mesin sealing kepada kelompok petani.

Perwakilan petani, Marulam Sinaga, mengaku sangat terbantu.
“Selama ini kulit kopi hanya untuk kompos. Sekarang bisa jadi teh herbal yang punya nilai jual. Ini membuka peluang usaha baru bagi kami,” ucapnya.

Melalui pelatihan ini, petani Desa Parbaba Dolok diharapkan semakin mandiri, terampil, dan mampu menciptakan produk berbasis kearifan lokal yang berdaya saing di pasaran. (Net)

 

Editor : Editor Satu
#Kulit Kopi #petani kopi #teh herbal