Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BI Siantar Gelar Pelatihan Fashion, Desainer Muda Diminta Angkat Wastra Sumut ke Pasar Global

Editor Satu • Selasa, 23 September 2025 | 10:30 WIB

 

Pembukaan Program Inkubasi Pelatihan Design & Fashion Production 2025 pengembangan produk wastra khas Sumut.
Pembukaan Program Inkubasi Pelatihan Design & Fashion Production 2025 pengembangan produk wastra khas Sumut.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar menggelar Program Inkubasi Pelatihan Design & Fashion Production 2025 bertajuk Pengembangan Produk Wastra Khas Sumatera Utara.

Kegiatan yang diikuti puluhan desainer muda ini berlangsung di Aula SMKN 3 Pematangsiantar, Jalan Medan, Nagori Purbasari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, pada 22–27 September 2025.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, Senin (22/9).

Dalam sambutannya, Ahmadi menegaskan pentingnya kreativitas, branding, dan kualitas produk agar wastra khas Sumut—seperti ulos dan songket—dapat bersaing di pasar nasional hingga global.

“Tren fashion sangat cepat berubah. Produk harus siap dipasarkan dan ready to wear. Yang tak kalah penting, branding harus diperkuat, bahkan harus ada story di baliknya,” ujarnya.

Ahmadi menambahkan, pelatihan ini menjadi ruang bagi para desainer muda untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kreativitas, dan menghasilkan produk fashion berbasis wastra yang sesuai tren pasar.

Pelatihan menghadirkan Ali Charisma, fashion designer dari Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Ia menekankan bahwa wastra Sumut memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional, asalkan dikemas dengan nilai cerita yang kuat.

“Sekarang orang membeli produk yang bermakna, misalnya kontribusi bagi lingkungan atau ada filosofi di balik motif kain. Kalau tidak, produk akan kalah bersaing,” jelas Ali.

Salah satu peserta, Taruli Mida Asi Pasaribu (21), desainer muda asal Pematangsiantar, mengaku bangga bisa mengembangkan produk outer berbahan ulos dengan brand ULCO.

Ia juga memanfaatkan limbah produksi menjadi aksesori seperti anting dan brooch.

“Saya berharap wastra Sisi Batas Labuhan bisa dikenal hingga nasional bahkan ekspor. Kami dari UMKM juga siap konsisten berproduksi,” ujar Taruli.

Pelatihan ini juga diikuti siswa dari tiga sekolah kejuruan, yaitu SMKN 3, SMK GKPI 2 Pematangsiantar, dan SMK RK Bintang Timur.

Hadir dalam pembukaan antara lain Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar Ir Mardiati Simanjuntak, Kepala SMKN 3 Nurmalita SPd MSi, serta perwakilan sekolah lainnya. (Awa)

Editor : Editor Satu
#wastra #pelatihan fashion #BI Pematangsiantar