BATUBARA, METRODAILY – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar sukses memeriahkan Hari Tanjak Sedunia Batch 6 di Kabupaten Batubara.
Berlangsung mulai Jumat (12/9) hingga Selasa (16/9) malam, peringatan ini di pusatkan di Istana Niat Lima Laras, Kecamatan Nibung Hangus, sekaligus mengedukasi masyarakat soal transaksi digital dan mendukung UMKM lokal.
KPw BI Pematangsiantar menghadirkan beragam kegiatan menarik, mulai dari bazar UMKM, penukaran uang koin dan uang rupiah layak edar, donasi DONI SI KRIS berbasis QRIS, sosialisasi Peka (Peduli, Kenali, Adukan), hingga lucky draw bagi pengunjung yang bertransaksi digital.
Baca Juga: Rp30 Miliar Disiapkan Merenovasi 1.992 Rumah Tidak Layak Huni di Sumut
“Kegiatan Batubara Bertanjak telah mengedukasi masyarakat untuk transaksi non tunai. Total transaksi lewat DONI SI KRIS mencapai 8.900 merchant, menandakan masyarakat mulai bertransaksi lebih mudah, aman, dan cepat,” ujar Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman.
Program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya.
“Hari Tanjak adalah tradisi penting yang juga diperingati di Malaysia, Singapura, dan Brunei. Selain budaya, ini membuka peluang ekonomi, memanfaatkan komoditas, serta memperluas market intelijen Batubara dan Tanjungbalai,” tambah Ahmadi.
Bupati Batubara yang diwakili Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Edwin Aldrin Sitorus mengapresiasi dukungan BI.
Baca Juga: Edukasi Sopir Bus dan Pengendara, Polres Siantar Bagikan Brosur Tertib Lalu Lintas
“Peran BI dalam pengembangan UMKM dan transaksi digital menjadi tren baru masyarakat. Semoga kegiatan ini berkelanjutan untuk budaya dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Acara penutupan diisi Parade dan Pawai Budaya, Deklarasi Budaya, pemberian penghargaan kepada tokoh pelestari budaya dan sponsor, pengumuman pemenang lomba, serta penampilan Bintang Sirait dan Al Hafizh.
Tanjak, sebagai penutup kepala tradisional Melayu, menjadi simbol kebesaran dan kewibawaan adat istiadat. (awa)
Editor : Editor Satu