SIBOLGA, METRODAILY – Cuaca ekstrem disertai badai yang melanda Kota Sibolga dan sekitarnya membuat nelayan enggan turun melaut, sehingga pasokan ikan lokal di pasar menjadi nihil.
Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan harga ikan di wilayah tersebut, Selasa (16/9/2025).
Para pedagang saat ini hanya bisa memasok ikan dari luar daerah seperti Aceh, Batubara, dan Tanjung Balai. Imbasnya, harga ikan naik drastis hingga 100 persen dari harga normal.
Muhammad Talib, salah satu pedagang di Pasar Ikan Modern Sibolga, menjelaskan, “Harga ikan jenis sare kini Rp 32.000 per kilogram, sebelumnya Rp 15.000.
Baca Juga: Wanita Lansia Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Kata Polisi Sudah 7 Hari
Anak tenggiri dari Rp 20.000 naik menjadi Rp 40.000 per kilogram. Semuanya karena pasokan dari luar daerah akibat cuaca ekstrem.”
Kenaikan harga ini jelas memengaruhi aktivitas pembeli di pasar. Risni, salah satu konsumen, mengeluhkan harga yang melonjak, “Mahal kali bang, mungkin karena musim hujan. Semua jadi terasa berat, mulai dari beras, sembako, hingga ikan sekarang juga mahal.”
Para pedagang dan nelayan berharap cuaca segera membaik agar aktivitas melaut bisa normal kembali, dan harga ikan dapat stabil seperti biasanya.
Baca Juga: World Clean Up Day, PKK Simalungun Dorong Bank Sampah di Seluruh Kecamatan
Situasi ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan strategi agar pasokan ikan tetap tersedia, bahkan saat kondisi cuaca tidak bersahabat, sehingga kebutuhan protein masyarakat tetap terpenuhi. (net)
Editor : Editor Satu