Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Agustus, Inflasi Siantar Capai 1,21 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Bawang dan Cabai

Editor Satu • Kamis, 4 September 2025 | 11:10 WIB
Pedagang cabai di Pasar Laguboti, Toba, Selasa (2/9/2025), saat harga cabai merah melonjak hingga Rp60.000 per kilogram.
Pedagang cabai di Pasar Laguboti, Toba, Selasa (2/9/2025), saat harga cabai merah melonjak hingga Rp60.000 per kilogram.

SIANTAR, METRODAILY – Kota Pematangsiantar mencatat inflasi sebesar 1,21% (mtm) pada Agustus 2025. Secara kumulatif, inflasi mencapai 4,02% (ytd) dan 5,44% (yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding Juli 2025 yang tercatat 0,79% (mtm).

Sementara itu, inflasi Sumatera Utara berada di level 1,37% (mtm); 2,93% (ytd); dan 4,42% (yoy). Secara nasional, inflasi justru mengalami deflasi -0,08% (mtm) dengan inflasi kumulatif 1,60% (ytd) dan 2,31% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, melalui Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK), menyebut tekanan inflasi Siantar masih cukup tinggi.

“Komoditas dengan andil inflasi bulanan terbesar yaitu bawang merah 0,19%, cabai merah 0,10%, dan daging ayam ras 0,08%. Sementara jeruk, tomat, dan sawi hijau justru menyumbang deflasi,” jelasnya.

Inflasi ini terutama dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis, khususnya hortikultura. Kondisi kemarau di sentra produksi seperti Simalungun, Karo, dan Batubara menyebabkan pasokan terbatas.

Untuk menekan laju inflasi, Pemkot Pematangsiantar bersama TPID dan BI telah melaksanakan berbagai langkah, di antaranya:

Ke depan, tekanan inflasi diperkirakan menurun pada September 2025. Pasokan diprediksi lebih terkendali seiring curah hujan yang kembali normal di Sumut dan masuknya suplai dari Jawa. (rel)

Editor : Editor Satu
#Inflasi di siantar