Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pemkab Taput Siap Antar Kopi Lokal Tembus Pasar Eropa, Hadapi Aturan Ketat Uni Eropa

Editor Satu • Rabu, 3 September 2025 | 12:50 WIB
Wakil Bupati Taput Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan saat sosialisasi regulasi Uni Eropa EUDR untuk kopi lokal di Hotel ABE, Tarutung, Selasa (2/9/2025).
Wakil Bupati Taput Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan saat sosialisasi regulasi Uni Eropa EUDR untuk kopi lokal di Hotel ABE, Tarutung, Selasa (2/9/2025).

TAPUT, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menegaskan komitmennya mendukung petani dan pelaku usaha kopi lokal agar mampu menembus pasar global.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Taput, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., saat membuka Sosialisasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) atau Peraturan Uni Eropa tentang Produk Bebas Deforestasi, di Hotel ABE, Tarutung, Selasa (2/9/2025).

Acara yang difasilitasi oleh Saka Dala dengan dukungan Uni Eropa ini diikuti petani, pelaku usaha kopi, eksportir, serta organisasi pendamping.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan 2026 Tanpa Pajak Baru, Fokus Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memahami regulasi EUDR yang akan berpengaruh besar terhadap produk ekspor, termasuk kopi dari Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan sosialisasi. Ia menegaskan bahwa kopi Taput sudah mendapat perhatian internasional, namun hal itu juga berarti ada tantangan yang harus dihadapi.

“Kita patut bersyukur karena kopi Tapanuli Utara mendapat perhatian di tingkat internasional. Namun perhatian itu juga disertai tantangan berupa regulasi yang harus kita penuhi bersama,” ujar Deni Parlindungan.

Baca Juga: Selebgram Clara Shinta Aritonang Menikah Lagi, Akui Mencari Penerimaan Sejati

Sosialisasi membahas aspek teknis yang harus dipersiapkan, mulai dari traceability (penelusuran asal-usul produk), sistem informasi rantai pasok, hingga tata kelola lahan bebas deforestasi.

Pemkab Taput menegaskan dukungan penuh kepada petani dan pelaku usaha kopi untuk beradaptasi dengan regulasi tersebut.

“Kita ingin memastikan kopi Tapanuli Utara tidak hanya dikenal karena kualitas rasanya, tetapi juga karena komitmennya terhadap keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Baca Juga: Acha Septriasa Curhat di Ultah ke-36: “Pernah Gagal, Dihina, Dipuji, Tapi Tetap Bertahan”

Dengan persiapan yang matang, kopi Tapanuli Utara diharapkan mampu bersaing di pasar global, khususnya Eropa yang menerapkan standar ketat terhadap produk berkelanjutan. (net)

Editor : Editor Satu
#pasar eropa #kopi lokal #Pemkab Taput